Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

13 Poliklinik di RSUD Aceh Besar Tutup Total Karena Aksi Mogok Dokter dan Perawat, Ratusan Pasien Terlantar

📅 Senin, 20 Apr 2026, 18:07 WIB | Oleh:
13 Poliklinik di RSUD Aceh Besar Tutup Total Karena Aksi Mogok Dokter dan Perawat, Ratusan Pasien Terlantar Doc: ANTARA/HO-Koordinator aksi
Ket. Kondisi di salah satu loliklinik di RSUD Aceh Besar.

BANDA ACEH - Sebanyak 13 poliklinik di RSUD Aceh Besar tutup total pada Senin (20/4) menyusul aksi mogok massal para dokter spesialis dan tenaga kesehatan akibat persediaan obat-obatan yang kosong.

"Penutupan layanan salah satunya karena kosongnya persediaan obat-obatan di rumah sakit dan telah mengganggu proses pelayanan medis secara signifikan," kata salah seorang perwakilan dokter spesialis, dr Irfan, Sp.P di Aceh Besar, Senin.

Akibat aksi tersebut 13 poliklinik ditutup dan ratusan pasien tidak mendapatkan pelayanan.

Ia menjelaskan, mogok massal yang dilakukan oleh seluruh tenaga medis termasuk dokter spesialis itu juga dipicu beberapa faktor lain, seperti belum dibayarkannya tambahan penghasilan pegawai (TPP) sejak bulan Januari 2025 dan jasa medis sejak November 2025.

Dalam kesempatan itu para tenaga medis menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni tidak akan memberikan pelayanan rawat jalan hingga waktu yang tidak ditentukan sampai semua permintaan dipenuhi.

Mereka meminta audiensi dengan pihak pemerintah daerah dan DPRK untuk membahas pengadaan obat-obatan yang saat ini mengalami kekosongan, percepatan status aktif BLUD, penyelesaian masalah TPP, dan pencairan jasa medis.

Ia menyebut aksi mogok massal sebagai langkah terakhir untuk menyuarakan persoalan yang terjadi seperti kekosongan persediaan obat-obatan yang sudah berlangsung selama kurang lebih lima bulan.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan lambatnya realisasi status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah ditetapkan sejak 2024 dan hingga kini belum berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut dia, khusus layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi seperti biasa, karena bersifat pelayanan darurat dan menyangkut keselamatan nyawa, sehingga tidak dapat dihentikan dalam kondisi apa pun. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.