Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Dataran Tinggi Lebih Baik Menjadi Hutan Daripada Ditanami Palawija

📅 Minggu, 01 Feb 2026, 23:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Dataran Tinggi Lebih Baik Menjadi Hutan Daripada Ditanami Palawija Doc: Antara
Ket. Bencana tanah longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Ciamis - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan kawasan dataran tinggi lebih baik menjadi hutan daripada ditanami tanaman jenis palawija atau hortikultura untuk menghindari ancaman bencana, seperti tanah longsor.

"Bagian yang tinggi selalu lebih baik menjadi hutan daripada menjadi tanaman palawija karena bahayanya lebih tinggi," katanya menanggapi masalah longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah meninjau pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu.

Ia menjelaskan kecenderungan dataran tinggi saat ini ditanami jenis tanaman subtropis, seperti kentang, kol, dan paprika yang membutuhkan lahan dengan ketinggian 800-2.000 meter di atas permukaan laut.

Penanaman jenis hortikultura di dataran tinggi itu, kata dia, dampak kebutuhan pangan masyarakat terhadap jenis pangan tersebut sehingga perlu memikirkan pola makan yang mengurangi jenis tanaman subtropis.

"Ini imbauan saya tentu mau enggak mau juga kita harus memikirkan ulang pola makan kita, mengurangi, mohon maaf ya, mengurangi tanaman-tanaman subtropis semisal kentang, kol, paprika," katanya.

Ia mengatakan jenis tanaman hortikultura itu sebenarnya bukan endemi tanaman Indonesia.

Untuk itu, katanya, sebaiknya lahan dataran tinggi ditanami dengan jenis tanaman sesuai dengan khas Indonesia.

"Kita kembalikan sama tanaman asli Indonesia yang kemudian tidak memerlukan tempat tumbuh yang tinggi," katanya.

Ia menjelaskan tentang pandangan tersebut melihat dari adanya tanah longsor di Bukit Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang diketahui batasan antara hutan dengan pemukiman warga terdapat lahan ditanami jenis tanaman semusim atau hortikultura.

Jika lahan dataran tinggi diubah menjadi kawasan hutan, kata dia, tentu dapat menghindari risiko besar terjadinya bencana alam, seperti tanah longsor.

"Jika seandainya menjadi hutan tentu akan mampu mencegah sesuatu yang tidak kita inginkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.