Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggaran Kesehatan DKI 2027 Turun, DPRD Minta Kaji Ulang

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Anggaran Kesehatan DKI 2027 Turun, DPRD Minta Kaji Ulang Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Rencana penurunan anggaran pada sejumlah program kesehatan dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun 2027 menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta. Legislator meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kebijakan penganggaran tidak berdampak.

JAKARTA - Rencana penurunan anggaran pada sejumlah program kesehatan dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta Tahun 2027 menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta. Legislator meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kebijakan penganggaran tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi saat rapat kerja bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) membahas Rancangan KUA-PPAS APBD 2027. Menurutnya, penyusunan anggaran harus didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat dan kondisi pelayanan di lapangan, bukan hanya melanjutkan pola penganggaran tahun sebelumnya.

Ghozi menilai sejumlah program strategis justru mengalami penurunan alokasi anggaran. Program yang dimaksud meliputi pemeliharaan kesehatan masyarakat, pengadaan farmasi dan alat kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jakarta.

Ia mengingatkan agar setiap kebijakan efisiensi anggaran dikaji secara komprehensif sebelum diterapkan. Langkah tersebut diperlukan agar pengurangan anggaran tidak berdampak pada menurunnya mutu pelayanan kesehatan, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah daerah.

"Jangan sampai kualitas layanan kesehatan ikut turun," ujar Ghozi.

Selain menyoroti besaran anggaran, Ghozi juga meminta Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi dasar penentuan distribusi anggaran di setiap Suku Dinas Kesehatan. Menurutnya, pembagian anggaran harus mempertimbangkan jumlah penduduk, beban pelayanan, kondisi fasilitas kesehatan, serta karakteristik kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

"Merencanakan anggaran harus sesuai kebutuhan setiap wilayah," tandasnya.

Dalam rapat tersebut, Ghozi turut menyoroti sejumlah rumah sakit daerah yang memperoleh alokasi anggaran di bawah rata-rata, di antaranya RSUD Budhi Asih dan RSUD Koja. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut agar tidak memengaruhi kapasitas layanan maupun kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit daerah memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Jakarta. Karena itu, dukungan anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional, jumlah pasien, serta pengembangan fasilitas agar pelayanan tetap optimal.

Ghozi menegaskan evaluasi terhadap sektor kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh sehingga setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap penyusunan anggaran 2027 mampu menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan menjawab kebutuhan layanan kesehatan di seluruh wilayah Jakarta.

"Anggaran kesehatan harus mencerminkan kebutuhan warga dan menjamin layanan yang adil," tegas Ghozi.

DPRD DKI Jakarta memastikan pembahasan Rancangan APBD 2027 akan terus dikawal, termasuk pada sektor kesehatan yang menjadi salah satu layanan dasar bagi masyarakat. Melalui pembahasan tersebut, DPRD berharap alokasi anggaran dapat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memastikan seluruh warga memperoleh akses layanan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Olahraga
Iva Jovic Pertahankan Gelar...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.