Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Terus Cermati Negosiasi AS-Iran, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat Terbatas

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Terus Cermati Negosiasi AS-Iran, IHSG Awal Pekan Berpeluang Menguat Terbatas Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
Ket. Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positif pada awal pekan, ditopang kombinasi sentimen eksternal dan internal yang relatif kondusif.

Dari global, arah pasar dipengaruhi dinamika suku bunga dan stabilitas geopolitik, sementara dari domestik didukung oleh ekspektasi kinerja emiten dan stabilitas makroekonomi.

Meski demikian, pergerakan IHSG tetap berpotensi fluktuatif seiring sensitivitas pasar terhadap perubahan sentimen secara cepat.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat investor masih mencermati negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum menemukan titik temu, serta pergerakan harga emas yang menguat dan minyak dunia yang melemah.

Dari domestik, lanjutnya, penguatan IHSG turut ditopang oleh pergerakan saham-saham konglomerasi.

Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan Senin (20/4), berpeluang menguat terbatas dengan level support di 7.374 dan resistance di 7.673.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/4) sore, ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.634,00 ditopang oleh musim pembagian dividen oleh perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal Indonesia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,55 poin atau 0,20 persen ke posisi 758,87.

“Penguatan tidak terlalu kuat dan cenderung terbatas. Secara teknikal, kenaikan lebih merupakan rebound setelah tekanan sebelumnya, ditambah sentimen musiman seperti pembagian dividen yang mulai berlangsung di bulan April. Karena itu, meskipun sempat menguat, IHSG akhirnya hanya ditutup naik tipis, mencerminkan bahwa tenaga beli belum cukup solid,” ujar pengamat pasar modal Elandry Pratama saat dihubungi di Jakarta.

Dalam jangka pendek, Elandry mengatakan perhatian pelaku pasar akan bergeser ke sentimen domestik, khususnya keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada 21- 22 April 2026 pekan depan.

“Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, sehingga ruang kenaikan IHSG menjadi terbatas,” ujar Elandry.

Dari mancanegara, Ia mengatakan meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran mendorong kembali risk appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar berkembang seperti Indonesia.

“Hal ini menciptakan dorongan awal bagi IHSG untuk bergerak di zona hijau,” ujar Elandry.

Ia mengatakan pergerakan IHSG yang hanya menguat tipis juga mencerminkan sikap investor yang masih cenderung berhati-hati, yang mana investor asing belum menunjukkan akumulasi besar dan masih lebih banyak melakukan transaksi jangka pendek (trading), bahkan dalam beberapa hari terakhir masih terlihat kecenderungan net sell.

Di sisi lain, Ia menyebut investor domestik justru relatif lebih aktif menopang pasar, yang membuat kenaikan IHSG tetap terjadi, tetapi dengan karakter yang terbatas dan tidak terlalu kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sekolah Negeri Jakarta siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.