Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Euforia ke Koreksi Dalam: IHSG Masuk Zona Rawan Volatilitas, Indeks Ambruk 11,71 Persen Sepanjang 2026

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Euforia ke Koreksi Dalam: IHSG Masuk Zona Rawan Volatilitas, Indeks Ambruk 11,71 Persen Sepanjang 2026 Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kurang dari empat bulan pertama tahun ini mencerminkan kuatnya tekanan sentimen eksternal terhadap pasar keuangan domestik.

Penurunan lebih dari 10 persen menunjukkan adanya perubahan persepsi risiko yang signifikan, terutama dipicu oleh faktor global seperti dinamika penyesuaian indeks oleh MSCI serta eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel.

Kombinasi faktor tersebut mendorong arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia, sehingga memperbesar tekanan jual dan memperdalam koreksi indeks.

Dalam konteks ini, pelemahan IHSG tidak semata mencerminkan kondisi fundamental emiten, melainkan lebih pada respons pasar terhadap ketidakpastian global yang meningkat.

Dengan koreksi mencapai 1.012,94 poin atau sekitar 11,71 persen hingga 17 April 2026, pasar berada dalam fase konsolidasi yang rentan terhadap volatilitas lanjutan.

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/4) sore, ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.634,00 ditopang oleh musim pembagian dividen oleh perusahaan tercatat (emiten) di pasar modal Indonesia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,55 poin atau 0,20 persen ke posisi 758,87.

Sebagai perbandingan, IHSG ditutup menguat ke posisi 8.646,94pada 30 Desember 2025 atau bertepatan dengan hari terakhir perdagangan Bursa Tahun 2025. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,47 poin atau 0,64 persen ke posisi 846,57.

“Penguatan tidak terlalu kuat dan cenderung terbatas. Secara teknikal, kenaikan lebih merupakan rebound setelah tekanan sebelumnya, ditambah sentimen musiman seperti pembagian dividen yang mulai berlangsung di bulan April. Karena itu, meskipun sempat menguat, IHSG akhirnya hanya ditutup naik tipis, mencerminkan bahwa tenaga beli belum cukup solid,” ujar pengamat pasar modal Elandry Pratama saat dihubungi di Jakarta.

Dalam jangka pendek, Elandry mengatakan perhatian pelaku pasar akan bergeser ke sentimen domestik, khususnya keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada 21- 22 April 2026 pekan depan.

“Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, sehingga ruang kenaikan IHSG menjadi terbatas,” ujar Elandry.

Dari mancanegara, Ia mengatakan meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran mendorong kembali risk appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar berkembang seperti Indonesia.

“Hal ini menciptakan dorongan awal bagi IHSG untuk bergerak di zona hijau,” ujar Elandry.

Ia mengatakan pergerakan IHSG yang hanya menguat tipis juga mencerminkan sikap investor yang masih cenderung berhati-hati, yang mana investor asing belum menunjukkan akumulasi besar dan masih lebih banyak melakukan transaksi jangka pendek (trading), bahkan dalam beberapa hari terakhir masih terlihat kecenderungan net sell.

Di sisi lain, Ia menyebut investor domestik justru relatif lebih aktif menopang pasar, yang membuat kenaikan IHSG tetap terjadi, tetapi dengan karakter yang terbatas dan tidak terlalu kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.