Petani Jangan Panik, Wamentan Jamin Stok Pupuk 14,5 Juta Ton Aman dari Gangguan Global
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 01:55 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional, terutama jenis subsidi, tetap berada dalam kondisi aman meski rantai pasok global tengah terganggu akibat konflik di kawasan Selat Hormuz.
Ketahanan pasokan dalam negeri dinilai relatif stabil karena produksi urea nasional yang berbasis gas alam domestik mampu mencukupi kebutuhan tanpa ketergantungan signifikan pada bahan baku impor, sehingga jutaan petani diharapkan dapat terus melakukan aktivitas tanam tanpa kekhawatiran akan kelangkaan.
"Jadi untuk kebutuhan pupuk kita, para petani kita, jutaan petani kita yang membutuhkan pupuk dan pupuk subsidi ini aman dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun," kata Wamentan usai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta, Rabu malam.
Menurut dia terganggunya jalur Selat Hormuz memengaruhi suplai pupuk internasional, mengingat sebagian besar distribusi pupuk dunia melewati kawasan tersebut dalam perdagangan global.
Namun demikian, Indonesia relatif stabil karena produksi urea berbasis gas alam domestik mampu mencukupi kebutuhan petani tanpa ketergantungan signifikan terhadap impor bahan baku utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk komponen lain seperti fosfat dan kalium, pemerintah telah mengantisipasi melalui diversifikasi impor dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.
Dengan total produksi pupuk mencapai sekitar 14,5 juta ton, pemerintah optimistis kebutuhan nasional dapat terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian di tengah dinamika global.
"(Produksi) kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea (secara nasional sekitar) 6,8 juta ton," beber Wamentan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di lapangan, lanjut dia, tingginya serapan pupuk oleh petani menjadi sinyal positif meningkatnya aktivitas tanam yang sejalan dengan upaya peningkatan produksi pangan nasional.
Meski demikian, ia mengakui distribusi terkadang mengalami jeda singkat akibat tingginya permintaan, namun ketersediaan pupuk secara umum tetap terjamin dan mencukupi.
"Jadi kalau misalnya ada petani nyari pupuk di kios barangkali belum ada, tunggu 1-2 hari insya Allah nanti barang itu akan ada. Jadi bukan pupuknya nggak ada, pupuknya ada, tersedia dan cukup. Saya pastikan itu. Hanya ini karena distribusi ini jadi kejar-kejaran antara produksi dan kebutuhan pupuk," jelasnya.
Pemerintah juga terus memantau kebutuhan pupuk berdasarkan data tanam nasional yang dicatat secara rutin oleh penyuluh pertanian di berbagai wilayah.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara produksi, distribusi, dan kebutuhan pupuk di tingkat petani tetap terjaga secara optimal.
"Ini sinyal yang positif. Kenapa? Artinya petani kita menebus pupuk berarti banyak nanam. Jadi kalau banyak nebus pupuk itu artinya banyak nanam," tambah Wamentan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!