Indonesia Harus Jaga Kepercayaan Investor
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiKepercayaan ini tidak hanya dibangun melalui komunikasi yang aktif dengan pelaku pasar, tetapi juga melalui konsistensi kebijakan dan stabilitas ekonomi domestik.
Jakarta – Pendekatan proaktif melalui pertemuan langsung dengan investor global dinilai menjadi langkah strategis untuk memperbaiki persepsi pasar terhadap ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Seperti dikutip dari Antara, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dengan investor global seperti BlackRock di New York menjadi semakin relevan.
"Pendekatan langsung seperti ini efektif untuk memperbaiki narrative gap antara kondisi domestik dan persepsi investor global. Dalam pasar yang sangat dipengaruhi sentimen dan story, komunikasi yang presisi menjadi krusial," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa komunikasi bukan satu-satunya faktor penentu kepercayaan pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini bukan pengganti fundamental. Market noise tidak bisa sepenuhnya dilawan hanya dengan komunikasi, tetap dibutuhkan konsistensi kebijakan dan eksekusi di lapangan," katanya.
Menurut Fakhrul, pendekatan issuer-investor engagement mencerminkan pergeseran strategi komunikasi kebijakan Indonesia yang kini lebih proaktif dan forward-looking, mendekati praktik global seperti yang dilakukan lembaga keuangan internasional.
Ia menilai, dalam kondisi saat ini, kebijakan tidak hanya dinilai dari substansi, tetapi juga bagaimana dikomunikasikan dan dipahami oleh pelaku pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menyampaikan adanya lonjakan permintaan terhadap Surat Berharga Negara (SBN), yang tercatat mencapai 78,44 triliun rupiah. Fakhrul menilai peningkatan tersebut masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama membaiknya sentimen global.
"Hal ini mendorong aliran dana kembali ke emerging markets, termasuk Indonesia,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan sentimen jangka pendek harus dibedakan dengan pemulihan kepercayaan yang bersifat struktural.
"Ini adalah window of opportunity. Tantangannya adalah bagaimana momentum ini dikonversi menjadi sticky capital melalui reformasi berkelanjutan dan pendalaman pasar keuangan domestik," katanya.
Tantangan Global
Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menilai realisasi investasi pada triwulan I 2026 masih cukup optimistis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!