Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem 'Charging' Bus Listrik di Lahan Pemda

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 18:57 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem 'Charging' Bus Listrik di Lahan Pemda Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Kepala Seksi Penegakan Hukum Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Made Jony (tengah) berpose pada sesi foto usai Focus Group Discussion (FGD) bersama Inisiatif Strategis Transportasi (Instran) dan PT Kalista Nusa Armada di Jakarta, Rabu (15/4).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan investor untuk membangun ekosistem charging station atau stasiun pengisian daya bus listrik dengan memanfaatkan lahan-lahan belum terpakai milik pemerintah daerah.

Pada Focus Group Discussion (FGD) bersama Inisiatif Strategis Transportasi (Instran) dan PT Kalista Nusa Armada di Jakarta, Rabu (15/4), Kepala Seksi Penegakan Hukum Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Made Jony menyebut langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan transportasi publik berbasis listrik sekaligus mengejar target 10.000 bus listrik pada 2030.

“Maka dari itu, dengan adanya beberapa investor yang mau membuat ekosistem charging, kita terbuka, sehingga kendala-kendala charging ini bisa diatasi, kita bisa siapkan dengan skema-skema yang ada,” kata dia.

Made mengatakan saat ini kebutuhan investasi tidak hanya terletak pada pengadaan kendaraan, tetapi juga pada sistem pengisian daya yang memadai.

“Fokus kita juga di Pemprov DKI Jakarta, terkait dengan biaya investasi, memang selain investasi di kendaraan, kebutuhan mobil listrik juga tinggi investasi di sistem charging,” ujarnya.

Dalam mencapai target tersebut, keterbatasan infrastruktur pengisian daya masih menjadi tantangan utama. Saat ini fasilitas charging bus listrik, menurut Made, umumnya hanya tersedia di pool atau depo bus yang lokasinya berada di pinggiran Jakarta, sehingga menyulitkan operasional.

“Karena memang saat ini charging baru tersedia di pool atau tempat-tempat penyimpanan kendaraan bus. Karena lahan di DKI memang sangat susah,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat bus harus kembali ke pool yang jaraknya relatif jauh dari pusat kota hanya untuk mengisi daya.

Ia menambahkan, lahan yang belum terpakai milik Pemprov DKI Jakarta akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan charging station agar lebih dekat dengan pusat aktivitas kota.

“Pemprov DKI saat ini banyak menerima potensi-potensi kerja sama terkait dengan ekosistem charging, di mana lahan-lahan Pemprov DKI Jakarta yang ibaratnya lahan tidur Pemprov, kita akan manfaatkan untuk ekosistem charging,” ujarnya.

Selain lahan yang belum terpakai, Made mengungkap pihaknya juga tengah mengkaji sejumlah lokasi lain yang dapat dibangun stasiun pengisian daya, beberapa di antaranya merupakan terminal yang sudah ada di Jakarta seperti Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, Ragunan, dan Pinang Ranti.

Beberapa aset lahan Pemprov DKI Jakarta juga tengah dikaji seperti Kawasan Ancol, Depo Cawang, dan Pasar Jumat.

Ke depan, Made mengungkap infrastruktur ini juga akan semakin diperluas kepada seluruh pengguna kendaraan listrik di Jakarta, diikuti penyerapan mobil listrik yang semakin meningkat.

"Lahan ini kita akan manfaatkan untuk ekosistem charging, sehingga masyarakat maupun pemilik kendaraan tidak pusing. Sehingga nanti, itu (kendala infrastruktur SPKLU) bisa kita atasi dan penggunaan kendaraan listrik, khususnya di Pemprov DKI Jakarta, itu dapat berkembang dan meningkat sesuai dengan ekosistem charging yang ada".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.700/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.