Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Pamekasan Duga Kelangkaan LPG karena Ulah Oknum Pengecer

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Pamekasan Duga Kelangkaan LPG karena Ulah Oknum Pengecer Doc: ANTARA
Ket. LPG bersubsidi tabung 3 kilogram.

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, menduga kelangkaan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram yang terjadi di wilayah itu karena ulah oknum pengecer.

"Sebab berdasarkan pantauan tim gabungan yang terdiri dari tim Pemkab Pamekasan dan Polres Pamekasan yang dilakukan dalam dua hari ini ke distributor pangkalan dan agen LPG pasokan dari distributor tidak berkurang," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UMK-Naker) Pemkab Pamekasan, Achmad Sjaifudin, Selasa(14/4).

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini, tim gabungan Pemkab Pamekasan terjun secara langsung ke sejumlah distributor dan agen LPG di Pamekasan.

Tim memeriksa langsung data distribusi dan berdialog secara langsung pula dengan pemilik distributor dan agen.

"Hasilnya menunjukkan bahwa distribusi LPG dari tingkat distributor hingga agen masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami pengurangan kuota. Temuan di lapangan, jumlah LPG yang disalurkan tidak berubah. Karena itu, persoalan yang muncul diduga terjadi kelangkaan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram tersebut di tingkat pengecer," katanya.

Apalagi, sambung Achmad, di sejumlah daerah memang ditemukan ada oknum pengecer yang menimbun LPG tabung 3 kilogram tersebut dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari kelangkaan tersebut.

"Ketika barang ditimbun, otomatis menjadi langka dan berdampak pada kenaikan harga. Ini yang membuat warga kesulitan untuk membeli LPG tabung 3 kilogram tersebut," katanya.

Karena itu, ia mengingatkan, agar para pengecer tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi karena hal itu merupakan pelanggaran.

Sementara itu, kelangkaan LPG bersubsidi tabung 3 kilogram di Pamekasan telah berlangsung selama sepekan lebih dan menyebabkan harga jual di tingkat pengecer mahal, yakni antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Pemkot Tangerang Kian Gencarkan Kampanye Antikorupsi

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Kian Genca...
Luar Negeri
Menuju Babak Baru, Suriah K...
Luar Negeri
Gak Takut Kesepian, Gen Z P...
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.