Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menelisik Perkara Sampah di Jakarta Barat

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:00 WIB | Oleh:

Dalam kegiatan itu, masyarakat dan petugas kebersihan diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik, serta berbagai teknik pemilahan lainnya.

Menurut Hariadi, pemilahan sampah telah menjadi komitmen bersama Pemerintah Kota Jakarta Barat, yang juga telah ditegaskan oleh Wali Kota Iin Mutmainnah untuk diterapkan di seluruh wilayah.

Karena itu, kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor terpenting sebagai sasaran utama program tersebut.

Targetnya, wilayah Jakarta Barat hanya menyisakan 30 persen residu untuk diangkut ke Bantar Gebang, sementara 70 persen sisanya diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Selain menggencarkan gerebek dan workshop pilah sampah, Pemkot Jakarta Barat juga tengah menggodok inovasi dengan menerapkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, penerapan teknologi pengolahan sampah tersebut dapat mereduksi volume sampah hingga menyisakan sekitar 10 persen residu.

Dalam upaya itu, Pemkot Jakarta Barat menggandeng pihak swasta di bidang kimia sebagai mitra kolaborasi.

Saat ini, program tersebut masih berada pada tahap kajian ilmiah serta penyusunan strategi komunikasi kepada masyarakat.

Selanjutnya, pemerintah akan menentukan lokasi yang akan disurvei untuk penerapan teknologi tersebut.

Secara umum teknologi itu tidak melakukan pembakaran langsung (indirect combustion), sehingga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Adapun cara kerjanya, sampah plastik dimasukkan ke dalam reaktor (pirolizer), kemudian dipanaskan tanpa oksigen hingga rantai polimer terurai dan berubah menjadi uap. Uap tersebut selanjutnya didinginkan hingga menghasilkan cairan (minyak) dan gas.

Proses ini berlangsung pada suhu sekitar 400–700 derajat Celsius. Dengan demikian, tidak terjadi pembakaran langsung, melainkan melalui perambatan panas. Untuk sampah organik, proses pengolahan dapat memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk kapasitas 30 ton.

Teknologi pirolisis ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Jakarta Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.