Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menelisik Perkara Sampah di Jakarta Barat

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Menelisik Perkara Sampah di Jakarta Barat Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Kondisi sampah pada saluran pembuangan sampah vertikal (trash chute/shaft) di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat, Selasa (7/4).

JAKARTA -- Jakarta Barat masih dihadapkan pada tingginya timbulan sampah, yakni sekitar 807.966 ton per tahun. Namun, hanya 212.450 ton atau sekitar 26 persen yang dimanfaatkan kembali setiap tahun.

Belakangan ini, persoalan sampah di wilayah tersebut kembali menjadi sorotan. Meski tergolong “lagu lama”, viralnya tumpukan sampah di sejumlah titik membuat isu ini kembali ramai diperbincangkan.

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan akibat viral di media sosial antara lain area luar Pasar Kopro di Grogol Petamburan, badan Jalan Kanal Banjir Barat, serta Rusun Angke di Tambora.

Di area luar Pasar Kopro pada Selasa (31/3) lalu misalnya, tumpukan sampah menggunung dan meluber hingga ke badan jalan. Tumpukan sampah itu sebagian besar berupa limbah rumah tangga, kantong plastik, karung, hingga kasur bekas.

Tak ayal, kawasan tersebut tampak kotor dan becek, mengeluarkan bau menyengat. Lantai di sekitarnya pun cenderung menghitam akibat cairan yang merembes dari tumpukan sampah.

Selain itu, terlihat beberapa gerobak yang penuh sampah berjejer, menandakan lokasi tersebut berfungsi sebagai tempat transit sebelum sampah diangkut.

Seorang pedagang di sekitar lokasi, Yahya, mengaku terganggu oleh aroma tak sedap sebelum sampah akhirnya diangkut oleh petugas.

Bahkan, menurutnya, keberadaan tumpukan sampah tersebut dapat menurunkan minat pelanggan untuk berbelanja.

Ia pun berharap persoalan penumpukan ini tidak terus dibiarkan dan segera diselesaikan secara permanen. Apalagi, kata dia, warga telah membayar iuran kebersihan setiap bulan.

Di lokasi lain, yakni kawasan Rusun Tambora, persoalan sampah bahkan lebih serius. Pasalnya, akibat tumpukan sampah, dinding warung seorang pedagang sayur di samping tempat pembuangan dilaporkan sempat roboh.

Menurut pengakuan Masruroh (67), tumpukan sampah di samping warungnya beberapa waktu lalu mengeluarkan cairan lindi yang merembes ke berbagai arah.

Belatung pun menggerogoti tumpukan tersebut akibat banyaknya sampah basah rumah tangga.

Puncaknya terjadi ketika sampah menumpuk hingga setinggi atap warung, sehingga tembok tempatnya berdagang roboh karena tak mampu menahan beban.

Kendati demikian, Masruroh tak punya pilihan selain bertahan, lantaran anak-anaknya hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap. Ia tetap berjualan meski berada tepat di samping tumpukan sampah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.