Krisis Bahan Baku Tekan Industri Makanan dan Minuman
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Jadi plastik itu kan memang kita impor bahan bakunya, untuk bijih plastik itu naphta dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga otomatis terganggu dari sana,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mulai menjajaki impor dari India, Amerika Serikat, dan kawasan Afrika. Namun, realisasi pasokan baru masih membutuhkan waktu karena proses pengalihan sumber dan gangguan pengiriman global.
“Jadi kami sudah komunikasi dengan para produsen, memang sudah dapat, cuma mungkin jumlahnya atau perlu waktu juga karena berpindah, dan sekarang kondisi perang pengapalan juga agak lambat,” ujarnya.
Untuk sementara, industri masih mengandalkan stok yang tersedia sambil menunggu pasokan baru masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Impor dari tiga negara tadi sudah diproses. Cuma kan perlu waktu. Jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” katanya.
Krisis bahan baku plastik ini bersifat global dan juga dialami negara produsen seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
Budi menambahkan, stabilisasi harga sangat bergantung pada kondisi global serta kelancaran pasokan dari negara alternatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini kan memang krisis global. Tapi alternatif (bahan baku plastik) dari negara lain sebagian sudah kita dapat, dan kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!