Harga Emas Anjlok Paling Parah Sejak 2013, Waktunya Borong atau Malah Bakal Terjun Bebas?
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:45 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Dewan Emas Dunia atau World Gold Council (WGC) memproyeksikan pergerakan harga emas akan kembali memasuki zona positif pada April 2026, menyusul koreksi tajam sebesar 12 persen sepanjang Maret 2026 menjadi 4.608 dolar AS per troy ons.
Penurunan tersebut tercatat sebagai koreksi terdalam dalam 13 tahun terakhir yang dipicu oleh aksi jual besar-besaran akibat kebutuhan likuiditas global serta pergeseran eksposur investor retail di tengah tingginya margin utang lintas aset.
“Terdapat indikasi awal bagi emas melanjutkan tren positifnya (pada April ini), tetapi risiko jangka pendek termasuk mobilisasi bank sentral dan pengurangan beban utang (deleveraging) masih tetap ada,” ucap Senior Quantitative Analyst World Gold Council, Johan Palmberg dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan, penurunan harga pada Maret lalu tersebut dipicu aksi jual besar-besaran akibat penumpukan eksposur investor retail terhadap emas, tercermin dari arus keluar Exchange Traded Fund (ETF) emas global sebesar 12 miliar dolar AS atau setara 84 ton emas pada bulan lalu.
Selain itu, upaya investor untuk mengurangi beban utang di tengah tingginya margin utang (debt margin) dibandingkan kapitalisasi pasar serta meningkatnya kebutuhan terhadap likuiditas juga diduga memicu aksi jual berbagai aset investasi, termasuk emas, obligasi, dan saham.
Sebaiknya Anda baca juga:
Johan mengatakan, tekanan terhadap harga emas juga diakibatkan oleh spekulasi pasar mengenai potensi aksi jual emas oleh bank-bank sentral dunia usai Bank Sentral Republik Turki (Central Bank of the Republic of Turkey/CBRT) menggunakan sekitar 50 ton emas sebagai agunan.
Meskipun demikian, pihaknya melihat terdapat potensi stabilisasi dan tren pergerakan positif harga emas sejak awal April 2026.
Hal tersebut disebabkan kurs dolar AS kesulitan mempertahankan penguatan qqqqdan gagal menembus level tertinggi terbaru secara signifikan, sehingga mengurangi salah satu sumber tekanan harga emas dalam jangka pendek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arus masuk ETF emas pada awal bulan ini juga terpantau positif di berbagai regional. Permintaan lindung nilai (hedging) jangka pendek pun tercatat masih tinggi.
“Laporan anekdotal juga menunjukkan mulai muncul permintaan dari segmen manajemen kekayaan (wealth management), sektor retail, dan permintaan fisik seiring harga (emas yang) mulai stabil,” ujar Johan.
Namun, ia menyampaikan bahwa masih terdapat risiko yang membayangi pergerakan harga emas sepanjang tahun ini.
Ia mengungkapkan, jika konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia bertahan jauh di atas 100 dolar AS per barel dalam jangka waktu yang lama, maka akan terjadi pengurangan beban utang (deleveraging) lintas aset lebih lanjut, lonjakan imbal hasil (yield blow-outs), hingga mobilisasi emas oleh sektor resmi.
“Dengan demikian, meskipun faktor fundamental tetap mendukung, pergerakan harga dalam jangka pendek kemungkinan masih akan sangat sensitif terhadap kebutuhan likuiditas yang dipicu oleh konflik, bukan semata-mata oleh sinyal makroekonomi,” kata Johan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!