Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tersesat di Gunung Lamari Ampana Sulteng, 6 Pendaki Berhasil Dievakuasi Tim SAR

📅 Senin, 13 Apr 2026, 09:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tersesat di Gunung Lamari Ampana Sulteng, 6 Pendaki Berhasil Dievakuasi Tim SAR Doc: Kansar Palu
Ket. Tim SAR gabungan mengevakuasi enam pendaki tersesat di Gunung Lamari Ampana Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, Senin (13/4/2026).

PALU - Tim SAR gabungan mengevakuasi enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari Ampana, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Peristiwa itu terjadi di Desa Saluaba, Kecamatan Ampana. Para pendaki kehilangan arah sehingga tersesat di hutan, lalu salah satu keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada kami melalui Unit Siaga SAR Ampana," kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Senin (13/4).

Dilaporkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/4), dimana enam orang melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Lamari sekitar Pukul 08.40 Wita.

Sesuai rencana para pendaki dijadwalkan kembali pada pukul 17.00 Wita, namun hingga malam hari belum kembali dan tidak dapat dihubungi, kemudian upaya pencarian awal oleh keluarga dan masyarakat setempat belum membuahkan hasil.

"Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°57'25.62"S 121°35'39.14"E, atau 10 kilometer dari Unit Siaga SAR Ampana dengan waktu tempuh sekitar 30 menit," ujarnya.

Ia mengemukakan tim rescue tiba di lokasi pada pukul 22.50 Wita dan segera melaksanakan operasi pencarian. Pada Senin dini hari pukul 00.12 Wita tim SAR gabungan berhasil menemukan enam orang korban dalam kondisi selamat pada koordinat 0°57'36.5"S - 121°35'58.4"E, sekitar satu kilometer dari puncak Gunung Lamari dan mengevakuasi para korban ke pos registrasi.

"Pukul 01.00 Wita tim SAR gabungan tiba di pos registrasi dan langsung menyerahkan korban kepada pihak keluarga," ucap Rizal.

Adapun identitas enam pendaki tersebut yakni Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan kegiatan petualangan, sebelum melakukan perjalanan pelajari kondisi medan, memperhitungkan logistik, dan bila merasa lelah sebaiknya beristirahat, karena ada batas kemampuan fisik manusia pada kondisi-kondisi tertentu.

"Sesuatu yang dipaksakan tanpa perhitungan matang bisa berakibat fatal. Banyak kejadian orang tersesat saat mendaki gunung karena faktor fisik, lalu tidak menguasai medan, maka setiap tindakan tidak boleh gegabah," kata Rizal.

Adapun unsur terlibat dalam operasi SAR tersebut yakni personel Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, aparat desa, dan masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.