Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perluas Lahan Pertanian untuk Kemandirian Pangan Berau

24 Senin, 13 Apr 2026, 12:48 WIB | Oleh:
Perluas Lahan Pertanian untuk Kemandirian Pangan Berau Doc: ist
Ket. wujudkan kemandirian pangan

BERAU – Kemandirian pangan terus diperjuangkan setiap daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tahun ini pemkab Berau menambah pencetakan sawah baru seluas 100 hektare untuk mewujudkan ketahanan pangan, sebagai upaya menyejahterakan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

"Hingga 2025, total luas cetak sawah di Kabupaten Berau mencapai 425 hektare. Luasan tersebut akan bertambah 100 hektare pada 2026 ini seiring persiapan pencetakan sawah baru, sehingga total akan menjadi 525 hektare," kata Wakil Bupati Berau, Gamalis di Tanjung Redeb, Senin.

Ia mengatakan bahwa ratusan hektare lahan tersebut tersebar di beberapa kampung, di antaranya Kampung Buyung-Buyung, Labanan Jaya, Melati Jaya, dan Kampung Merancang Ulu.

Salah satu sawah yang sudah tercetak tahun ini adalah lokasi cetak sawah rakyat di Kampung Labanan Jaya, dengan penanaman perdana yang ia lakukan bersama pihak terkait pada Kamis (9/4/2026).

Gamalis menyatakan bahwa program cetak sawah rakyat menjadi upaya nyata pemerintah dalam membuka lahan produktif baru, termasuk untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Berau.

Pencetakan sawah ini juga sebagai bentuk penegasan bahwa program pembangunan pertanian menjadi salah satu prioritas daerah dalam mendukung swasembada pangan dan pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

"Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Berau sebagai salah satu lokasi pelaksanaan cetak sawah rakyat di Provinsi Kalimantan Timur, hal ini tidak terlepas dari potensi besar yang dimiliki daerah ini," katanya.

Kabupaten Berau, katanya lagi, tidak hanya memiliki ketersediaan lahan yang memadai, tetapi juga didukung oleh kualitas lahan pertanian yang baik untuk pengembangan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan bahan pangan lainnya.

Dia juga mengakui masih adanya tantangan dalam sektor pertanian, yakni masih rendahnya minat generasi muda untuk terjun menjadi petani. Kondisi ini menyebabkan mayoritas petani saat ini masih didominasi oleh kalangan usia lanjut.

Namun demikian, penyuluhan kepada masyarakat dan kaum muda terus kita lakukan secara intensif. Termasuk pemanfaatan teknologi modern untuk pertanian agar kaum muda tertarik memproduksi bahan pangan.

"Pemerintah daerah berharap melalui kegiatan ini akan dapat meningkatkan produksi pertanian, sekaligus mendorong minat generasi muda untuk melirik sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan," kata Gamalis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.