Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementrans Percepat Pembangunan Infrastruktur untuk Entaskan Kemiskinan di Papua

📅 Senin, 13 Apr 2026, 21:40 WIB | Oleh:
Kementrans Percepat Pembangunan Infrastruktur untuk Entaskan Kemiskinan di Papua Doc: Humas Kementerian Transmigrasi
Ket. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman

JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan mempercepat pembangunan infrastruktur dan pendampingan untuk mengentaskan kemiskinan di Papua. Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman menegaskan langkah ini guna membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami sekarang ini sedang melakukan perencanaan dan persiapan dengan fokus target di Papua. Pasalnya, angka kemiskinan tertinggi ada di Papua dalam konteks Indonesia,” kata Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat konferensi pers usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di kantor Kementerian Transmigrasi Jakarta, Senin (13/4).

Ia menjelaskan pemerintah melibatkan 10 perguruan tinggi negeri untuk mendampingi pengembangan 10 kawasan transmigrasi di Papua. Khususnya, dalam membuka lapangan kerja serta melakukan pendampingan kepada masyarakat.

“Inilah yang kami ingin lakukan untuk membantu rakyat Papua, khususnya di 10 kawasan transmigrasi dengan melibatkan 10 perguruan tinggi negeri. Langkah ini dilakukan untuk bekerja bersama membuka lebih banyak lapangan kerja dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat,” ucap dia.

Menurut dia, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Papua. Langkah ini juga disertai peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pendampingan, penyuluhan, serta dukungan sarana produksi bagi masyarakat.

“Yang paling cepat yang sudah kami lakukan adalah membangun infrastruktur. Contohnya jalan yang belum baik kami perbaiki, beberapa sekolah kami renovasi hingga kami juga melakukan pendampingan peningkatan produktivitas padi melalui penyuluhan,” ujar Iftitah.

Namun demikian, ia menegaskan pengentasan kemiskinan merupakan proses panjang yang memerlukan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah akan mengirim 37 perwakilan pegawai, akademisi, dan transmigran guna memperkuat kerja sama pengembangan program transmigrasi nasional.

“Untuk betul-betul mengentaskan kemiskinan seperti yang juga terjadi di Tiongkok, itu adalah proses panjang dan juga kerja bersama. Nanti akan berangkat 37 orang yang terdiri dari pegawai Kementerian Transmigrasi, perwakilan 10 universitas, dan juga para transmigran, termasuk perwakilan dari Papua,” pungkas Iftitah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Abang Itam1
Abang Itam1
13 Apr 2026, 22:48 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.