Ambisi 3 Juta Rumah Diperkuat! OJK dan Pemerintah Cari Tameng Risiko Lewat Asuransi
📅 Senin, 13 Apr 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menilai, kontribusi aset asuransi dan dana pensiun terhadap PDB masih relatif terbatas sehingga terdapat kesenjangan yang perlu dikejar untuk memperkuat peran sektor tersebut dalam perekonomian.
Oleh karena itu, OJK mendorong sektor PPDP menjadi motor penguatan pembiayaan domestik sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Per akhir Februari 2026, total aset sektor PPDP mencapai Rp2.992 triliun atau tumbuh 9,94 persen secara tahunan (yoy), dengan nilai investasi sebesar Rp2.313 triliun yang meningkat 7,94 persen secara tahunan.
Kontribusi terbesar berasal dari dana pensiun sebesar Rp1.700 triliun dan asuransi Rp1.219 triliun, dengan jumlah akun mencapai lebih dari 463 juta yang mencerminkan luasnya jangkauan sektor ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Ogi, kondisi tersebut menunjukkan fundamental industri yang masih kuat, didukung penguatan regulasi dan peningkatan pengawasan oleh OJK.
Namun demikian, ia menekankan perlunya upaya yang lebih terarah agar pertumbuhan sektor PPDP dapat lebih optimal dan mampu menjawab kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama sektor PPDP adalah memastikan pertumbuhan industri mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan berada pada kisaran 5-8 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang telah digelar beberapa waktu lalu, sektor asuransi ditargetkan tumbuh 5-7 persen pada 2026, sementara aset dana pensiun diharapkan meningkat 10-12 persen pada tahun ini.
Namun, untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029, Ogi mengatakan bahwa pertumbuhan yang dibutuhkan lebih tinggi, yakni sekitar 7-9 persen untuk asuransi dan hingga 20-23 persen per tahun untuk dana pensiun.
“Strategi untuk mencapai pertumbuhan itu tentunya harus dilakukan secara bersama-sama, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi terhadap program-program yang sudah ada,” kata Ogi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!