Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panen Berlimpah, Harga Terpuruk: Cara Petani Jember Menyampaikan Keluh Kesah

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panen Berlimpah, Harga Terpuruk: Cara Petani Jember Menyampaikan Keluh Kesah Doc: ANTARA/ Zumrotun Solichah
Ket. Petani Jember membagi-bagikan timun secara gratis di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (10/6/2026).

JEMBER – Di bawah terik matahari pagi, ratusan kilogram timun berpindah tangan dengan cepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD Jember, Rabu (10/6).

Bukan untuk dijual, hasil panen sebanyak dua kuintal itu justru dibagikan gratis oleh para petani kepada warga yang melintas.

Aksi tersebut menjadi gambaran ironi yang tengah dihadapi petani, ketika hasil panen melimpah tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan.

Dengan membagikan timun secara cuma-cuma, para petani tidak hanya berbagi hasil bumi, tetapi juga menyampaikan pesan tentang beratnya menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah harga jual yang kerap tidak mampu menutupi biaya produksi.

"Kami membagi-bagikan timun secara gratis karena harga timun di tingkat petani cukup rendah yakni Rp1.000 per kilogram, sehingga daripada rugi kalau dijual, maka dibagikan kepada warga agar rakyat senang," kata Jumantoro di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

Ia mengatakan harga idealnya timun dijual yakni berkisar Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram agar petani bisa tersenyum karena saat menanam biaya produksinya cukup tinggi, apalagi harga plastik mulsa dan pupuk nonsubsidi mengikuti nilai dollar.

"Petani hortikultura sayuran tidak mendapat alokasi pupuk subsidi seperti petani padi, harga pupuk berkisar Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per kemasan, tergantung jenis pupuknya. Biaya produksi menanam timun per hektare berkisar Rp40 juta hingga Rp45 juta," tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang berpihak kepada petani hortikultura agar mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dan harga sayur mayur juga stabil, sehingga petani tidak merugi terus.

"Saat ini nilai dolar mencapai Rp18 ribu, sehingga kami berharap harga timun di tingkat petani cukup 1/4 dolar saja agar kami bisa tetap menanam untuk kebutuhan pangan masyarakat," katanya.

Setelah dari Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jumantoro bergerak menuju Kantor DPRD untuk memberikan timun kepada anggota Komisi B yang membidangi tentang pertanian dan perkebunan.

"Kami berharap anggota DPRD Jember bisa memperjuangkan nasib petani hortikultura sayuran agar para petani bisa tetap sejahtera di tengah himpitan ekonomi," ujarnya.

Pantauan di lapangan, timun sebanyak 2 kuintal itu ludes diserbu warga, dalam hitungan menit saja sudah habis di dua lokasi yang didatangi petani timun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.