Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dorong Investasi Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja, Pertumbuhan Ekonomi Harus Terasa hingga Rumah Tangga

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 16:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Dorong Investasi Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja, Pertumbuhan Ekonomi Harus Terasa hingga Rumah Tangga Doc: Antara
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas penciptaan lapangan kerja melalui pertumbuhan ekonomi dan investasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi pertumbuhan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan usaha rakyat, dan perbaikan kualitas hidup. Angka pertumbuhan harus terasa sampai ke rumah tangga," kata Lamhot di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Lamhot menilai pertumbuhan ekonomi dan investasi tidak cukup diukur melalui angka statistik, tetapi harus menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026, Presiden Prabowo menyampaikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi tersebut tercatat 5,61 persen secara tahunan dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun.

Realisasi Investasi

Dari sisi investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi investasi tersebut juga menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.

"Ini menunjukkan bahwa investasi mulai bergerak menjadi aktivitas ekonomi yang nyata," katanya.

Menurut Lamhot, tantangan berikutnya ialah memastikan kualitas investasi semakin baik, terutama investasi yang menciptakan nilai tambah, memperkuat industri nasional, menyerap tenaga kerja, dan membuka ruang bagi UMKM masuk ke dalam rantai pasok.

Sebagai legislator yang bermitra dengan Kementerian Perindustrian, Lamhot mengatakan sektor industri pengolahan menjadi salah satu kunci untuk menerjemahkan investasi menjadi nilai tambah di dalam negeri.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri pengolahan menjadi kontributor terbesar PDB nasional pada 2025 dengan kontribusi 19,07 persen.

Sektor tersebut juga tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025 dan memberikan sumbangan 1,07 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, Lamhot menilai agenda industrialisasi dan hilirisasi perlu terus diperkuat untuk membangun ekosistem pemasok domestik, memperluas penggunaan produk dalam negeri, meningkatkan kapasitas teknologi, serta menghubungkan industri besar dengan pelaku usaha kecil dan menengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.