Jakarta Terancam El Nino Ekstrem, Rano Karno Ingatkan Bahaya DBD yang Mengintai Anak-Anak
📅 Minggu, 12 Apr 2026, 21:05 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan peringatan serius kepada warga ibu kota mengenai ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang diprediksi meningkat akibat fenomena El Nino pada semester kedua tahun 2026.
Berbicara di tengah aksi kerja bakti serentak di Jakarta Barat, Minggu (12/4), Rano menegaskan bahwa masa transisi pancaroba yang lebih panjang dan suhu udara yang lebih panas menjadi kondisi ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Langkah antisipasi dini melalui pembersihan lingkungan secara masif dinilai sebagai cara paling efektif untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak, dari risiko penyakit yang mematikan ini.
"Penyakit pertama yang akan kita hadapi, apabila El Nino terjadi, yaitu DBD. Kami akan menyikapi masa transisi pancaroba yang diperkirakan jauh lebih panjang dan Jakarta atau Indonesia jauh lebih panas," kata Rano Karno di Jakarta, Minggu.
Sebagai salah satu upaya mencegah potensi DBD, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan kegiatan kerja bakti serentak di delapan kecamatan se-Jakarta Barat pada Minggu, yakni Kebon Jeruk, Cengkareng, Kalideres, Grogol Petamburan, Kembangan, Palmerah, Tambora, dan Taman Sari.
Fokus utama kegiatan tersebut ialah untuk menangani persoalan lingkungan yang menjadi perhatian bersama, mulai dari pengangkutan sampah terpilah, pengangkutan lumpur, normalisasi saluran, pembersihan kali dan badan air, serta pembongkaran bangunan yang menutupi saluran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Artinya, tumpukan seperti ini kalau tidak kita bersihkan, ini menjadi sarang nyamuk penyebab DBD dan sangat berbahaya untuk anak-anak," jelas Rano Karno.
Kegiatan kerja bakti juga disertai penebangan pohon, perbaikan jalur pada fasilitas pedestrian, serta pengaturan kabel listrik.
Rano berharap kegiatan kerja bakti menjadi gerakan rutin dan berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mudah-mudahan gerakan ini diikuti semua wilayah di Jakarta, juga termasuk Kepulauan Seribu," ujarnya.
Sementara itu, merujuk data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 10 kecamatan dengan peringkat tertinggi dengan jumlah kasus penyakit DBD sejak tahun 2022 hingga 2025, antara lain Cempaka Putih, Pasar Rebo, Mampang Prapatan, Kelapa Gading, dan Kembangan.
Berdasarkan satu dasawarsa terakhir, puncak kasus penyakit tahunan DBD didominasi terjadi pada April, seiring dengan peralihan musim, peningkatan suhu udara, dan curah hujan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!