Lebaran Betawi 2026, Fauzi Bowo Soroti Makna Hantaran sebagai Wujud Bakti Anak
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 21:35 WIB | Oleh: Yebdi TrismarFauzi menjelaskan tradisi hantaran mencerminkan nilai-nilai sosial yang telah lama hidup dalam masyarakat Betawi.
Hubungan yang terjalin melalui antar-antaran itu menggambarkan etika dan tata krama, mulai dari murid kepada guru, lurah kepada camat, hingga kepala daerah kepada gubernur.
Lebih jauh, Fauzi menekankan hantaran tidak dapat dipisahkan dari filosofi kebersamaan dan gotong royong.
Makanan yang dibawa di dalam rantang itu pun menjadi simbol berbagi rezeki sekaligus mempererat hubungan antarwarga dan pemimpin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fauzi mengingatkan agar tradisi itu tidak disalahartikan sebagai bentuk gratifikasi. Dia menilai pandangan tersebut muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap nilai budaya lokal.
"Kalau antar-antaran dianggap gratifikasi, berarti tidak memahami adat istiadat Betawi," tegas Fauzi.
Oleh karena itu, dia berharap melalui perayaan Lebaran Betawi, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal dan memahami makna di balik tradisi hantaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keterlibatan aktif generasi penerus dinilai penting agar tradisi tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Dengan pelestarian yang berkelanjutan, tradisi hantaran dalam rangkaian perayaan Lebaran Betawi diharapkan tetap menjadi identitas budaya yang memperkuat nilai hormat, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Betawi.
Lebaran Betawi 2026 berlangsung pada 10-12 April dengan tema "Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global".
Kegiatan tersebut diawali dengan malam syukuran yang diisi pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, dan doa bersama pada Jumat (10/4) pukul 18.30-21.30 WIB.
Pada Sabtu, mulai pukul 08.00–23.00 WIB, diadakan berbagai atraksi budaya, antara lain ondel-ondel, tanjidor, silat, gambang kromong, serta kegiatan seremonial, silaturahmi akbar, dan hiburan rakyat, seperti lenong Betawi dan layar tancep.
Selanjutnya, pada hari terakhir, Minggu, 12 April, pada pukul 06.00-22.00 WIB, diisi dengan kegiatan santai dan interaktif, mulai dari senam bersama, permainan tradisional Betawi, dongeng rakyat, karnaval budaya, prosesi hantaran, sajian kuliner Betawi, hingga pertunjukan musik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!