Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Perfilman Nollywood di Nigeria Dinilai Wamenekraf bisa Jadi Pintu Masuk Ekraf RI ke Benua Afrika

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 13:33 WIB | Oleh:
Sektor Perfilman Nollywood di Nigeria Dinilai Wamenekraf bisa Jadi Pintu Masuk Ekraf RI ke Benua Afrika Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (tengah), berbincang dengan Duta besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto (kiri), saat menerima audiensi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Nigeria di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (22/7).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menilai Nigeria bisa menjadi salah satu pintu masuk peluang perluasan pasar produk kreatif Indonesia menuju kawasan Afrika.

Irene mengatakan Nigeria memiliki potensi industri kreatif yang cukup besar salah satunya melalui sektor perfilman Nollywood, yang dapat membuka peluang kolaborasi bagi industri perfilman Indonesia untuk memperluas pasar internasional.

"Nigeria memiliki potensi menjadi 'entry point' bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kita juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan," kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Nigeria memiliki jumlah produksi di sektor perfilman melalui Nollywood sekitar 2.500 judul film setiap tahun dengan nilai industri mencapai sekitar 6,4 miliar dolar AS.

Selain sektor film, peluang akses pasar ke wilayah Afrika juga diproyeksikan membuka keran ekspor bagi subsektor unggulan lainnya seperti kuliner, kriya dan fesyen berbasis kearifan lokal.

Dengan populasi Nigeria yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, penetrasi produk kreatif Indonesia dinilai memiliki prospek jangka panjang yang sangat signifikan.

Kolaborasi diplomasi ekonomi ini disambut baik Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto yang menyampaikan bahwa kesamaan karakteristik demografi, keberagaman budaya, serta besarnya jumlah penduduk antara kedua negara menjadi modal sosial yang kuat dalam mempererat kerja sama ekonomi dan kebudayaan.

"Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif," ujar Bambang Suharto.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Abuja mendorong keikutsertaan aktif para pelaku ekraf nasional pada berbagai ajang promosi dan eksibisi internasional, salah satunya Lagos International Trade Fair, guna memacu nilai ekspor dan memperluas jejaring bisnis di pasar Afrika. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.