Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang: Penumpukan Senjata Korut Jadi Ancaman Mendesak

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 17:58 WIB | Oleh:
Jepang: Penumpukan Senjata Korut Jadi Ancaman Mendesak Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.

TOKYO, JEPANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pada Jumat bahwa percepatan pengembangan senjata Korea Utara menimbulkan ancaman yang semakin mendesak terhadap keamanan nasional, menyusul serangkaian uji coba yang dilakukan Pyongyang awal pekan ini.

Koizumi menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan dalam konferensi pers terkait laporan media Korea Utara pada Kamis (9/4), yang menyatakan bahwa negara itu menguji berbagai sistem senjata, termasuk rudal balistik yang dipersenjatai dengan hulu ledak bom tandan, selama tiga hari sejak Senin (6/4) hingga Rabu (8/4).

Dengan menggambarkan aktivitas militer Korut sebagai "ancaman yang semakin serius dan mendesak" terhadap keamanan negara Jepang, Koizumi menambahkan bahwa Korut juga memperkuat pasukan konvensionalnya.

"Kami menilai pengembangan nuklir dan rudal Korut, termasuk peluncuran terbaru, sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan Jepang serta komunitas internasional, dan itu sesuatu yang tidak dapat kami terima," kata Koizumi.

Sebelumnya, Rabu, Militer Korea Selatan menyatakan telah mendeteksi beberapa rudal balistik yang ditembakkan dari Korea Utara ke arah Laut Jepang.

Koizumi memastikan Jepang akan terus bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan komunitas internasional lebih luas untuk memastikan implementasi penuh terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara menggunakan teknologi rudal balistik.

Secara terpisah, Koizumi menolak berkomentar tentang protes Rusia yang disampaikan awal pekan ini terkait investasi perusahaan pesawat tak berawak milik Jepang di perusahaan Ukraina yang mengembangkan drone pencegat. Alasannya, hal itu berkaitan dengan sensitifnya pertukaran diplomatik dan aktivitas sektor swasta.

Ketika ditanya tentang potensi akuisisi drone buatan Ukraina di masa mendatang, Koizumi mengatakan keputusan pengadaan dibuat melalui prosedur yang adil dan transparan serta mempertimbangkan persyaratan operasional, biaya, pemeliharaan, dan lingkungan keamanan, tanpa mengasumsikan pembelian dari negara tertentu. Ant/Sumber: Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.