Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kesulitan Besar di Seluruh Dunia

24 Jumat, 10 Apr 2026, 09:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kesulitan Besar di Seluruh Dunia IMF: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kesulitan Besar di Seluruh Dunia Doc: Antara/Anadolu
Ket. Tim darurat bekerja di lokasi kejadian di mana asap mengepul dari lokasi yang menjadi sasaran setelah serangan serentak Israel di seluruh Lebanon, di Beirut pada 8 April 2026.

WASHINGTON - Konflik di Timur Tengah telah menyebabkan kesulitan besar di seluruh dunia, kata Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, Kamis (9/4).

"Ekonomi dunia yang tangguh sedang kembali diuji oleh perang yang kini sedang mendera Timur Tengah. Konflik tersebut telah menyebabkan kesulitan besar di seluruh dunia," kata Georgieva, mengacu pada gencatan senjata yang dicapai antara AS dan Iran.

Di antara dampak negatif utama yang disebabkan oleh konflik tersebut adalah guncangan terhadap pasokan global, yang menyebabkan berkurangnya distribusi minyak sebesar 13 persen dan gas alam cair (LNG) sebesar 20 persen per hari, katanya.

Pada saat yang sama, gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan penutupan kilang, serta krisis bahan bakar dan pangan.

“Sebagai peringatan, karena ini adalah guncangan negatif terhadap pasokan, maka penyesuaian permintaan tidak dapat dihindari,” tutur Georgieva.

Pada Selasa (7/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran.

Menyusul pengumuman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global—akan dibuka kembali, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Gencatan senjata ini merupakan perkembangan positif setelah konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sebagai balasan, Iran kemudian menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi secara global.


Sumber: 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Nasional
Perum Bulog dan Menko Panga...
Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.