Pasokan Nafta Terganggu Perang: Menperin Dorong Industri Cari Bahan Baku Alternatif
📅 Kamis, 09 Apr 2026, 08:42 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA-Industri nasional tengah mencari cara untuk keluar dari tekanan geopolitik. Sebab, sejumlah sektor industri yang mengandalkan nafta sebagai bahan baku utamanya mengalami gangguan suplai.
Adapun Indonesia sangat bergantung pada impor nafta (senyawa hidrokarbon) untuk bahan baku plastik, dengan 100 persen kebutuhan dipenuhi dari luar negeri, terutama Timur Tengah (Timteng). Gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memaksa industri mencari alternatif.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu.
"Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama pelaku industri Petrokimia Hulu saat ini tengah menempuh langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi,"ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4)
Adapun langkah tersebut di antaranya dengan mencari sumber alternatif. Dalam hal ini, industri sedang aktif menjajaki pasokan nafta dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah (Timteng) untuk mengurangi ketergantungan wilayah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya lainnya, optimalisasi LPG (liquefied petroleum gas). Penggunaan LPG dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta.
Selanjutnya, pemanfaatan material daur Ulang. Pemerintah papar Menperin mendorong peningkatan penggunaan plastik hasil daur ulang (recycled plastic) berkualitas tinggi sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar.
Terkait, kondisi stok dan harga di pasar yang dikabarkan hanya cukup sampai Mei, Menperin mentakan, dari data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) kemasan pada bulan Maret 2026 kondisinya masih ekspansi sangat tinggi, sehingga stok produk plastik masih cukup karena subsektor industrinya berkinerja tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah menegaskan bahwa saat ini upaya pengamanan pasokan terus berjalan secara paralel. Harga tegas Menperin memang terjadi koreksi harga di tingkat produksi akibat kenaikan biaya bahan baku global.
"Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai kanal pasokan alternatif,"ungkapnya
Saat ini, Kemenperin terus memperkuat koordinasi dengan para pengusaha manufaktur untuk memitigasi dampak pelemahan rantai pasok global. Langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan industri manufaktur nasional tetap resilien dan tidak terganggu dalam memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.
Distribusi Terukur
Perusahaan petrokimia, LOTTE Chemical Indonesia (LCI) terus berupaya menjaga stabilitas pasokan bagi industri hilir dan manufaktur nasional di tengah meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Gangguan di kawasan Selat Hormuz telah berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan LPG.
Menghadapi kondisi tersebut, LCI secara aktif melakukan berbagai langkah alternatif untuk mengamankan pasokan bahan baku dari sumber-sumber lain demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!