Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sikap China Terkait Ancaman Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran dan Krisis Energi Global

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 02:10 WIB | Oleh:

Teheran pun telah melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Trump telah membual bahwa militer Iran telah "dihancurkan" tetapi mengakui bahwa Iran masih mengendalikan arus lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, yang berhenti total.

Pada konferensi pers Gedung Putih pada Senin (6/4), Trump mengatakan bahwa agar Iran dapat menghindari tenggat waktu tersebut, Iran harus menyetujui "kesepakatan yang dapat diterima oleh saya, dan bagian dari kesepakatan itu adalah, kami menginginkan lalu lintas minyak dan semua hal lainnya yang bebas."

Harga minyak dunia meningkat menjelang tenggat yang ditetapkan AS. Pada Selasa (7/4) pukul 06.30 GMT , harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi sekitar 111,4 dolar AS (sekitar Rp1,95 juta) per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) meningkat 2,7 persen menjadi 115,3 dolar AS per barel.

Parlemen Iran diketahui telah menyetujui rancangan undang-undang yang akan mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dengan menggunakan mata uang nasional Iran, rial, larangan transit bagi AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara-negara yang terlibat dalam sanksi sepihak terhadap Iran.

Iran pun sudah menyampaikan dengan tegas bahwa ia menolak gagasan gencatan senjata dengan AS karena khawatir jeda pertempuran dapat memungkinkan musuh-musuhnya untuk kembali berkumpul dan melanjutkan serangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika ada jaminan untuk mencegah perang kembali terjadi.

Selain jaminan untuk mencegah siklus gencatan senjata dan konflik baru, Iran juga menuntut keputusan yang berkaitan dengan keamanan nasional “harus memastikan tidak ada tindakan agresi lebih lanjut.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.