Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KPAI Desak Investigasi Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 01:35 WIB | Oleh:
KPAI Desak Investigasi Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur Doc: ANTARA/HO-KPAI
Ket. Wakil Ketua KPAI Jasra Putra (dua kanan) dan Komisioner KPAI Aris Adi Leksono (kanan) menjenguk anak korban keracunan MBG di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Jakarta Timur, Selasa (7/4).

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan terkait insiden keracunan massal yang menimpa 72 siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan pentingnya pengumuman hasil uji laboratorium secara cepat guna mengungkap penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa di empat sekolah berbeda, sekaligus memastikan pertanggungjawaban penuh atas seluruh biaya medis para korban.

"BGN wajib melakukan investigasi menyeluruh secara transparan dan segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait penyebab keracunan," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Pihaknya juga meminta BGN untuk memastikan seluruh pengobatan dan biaya medis anak-anak yang menjadi korban dijamin dan ditanggung sepenuhnya.

Selain itu, KPAI meminta BGN mengevaluasi total sistem tata kelola, rantai pasok, dan standar penyimpanan di setiap SPPG agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

"BGN harus mendengarkan suara dan kekhawatiran anak serta orang tua. Pemulihan program harus berawal dari pelibatan perspektif penerima manfaat," kata Jasra Putra.

Pascaterungkap kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sejumlah sekolah di Jakarta Timur pada Kamis (2/4), KPAI kemudian sidak ke SMUN 91 dan menjenguk anak-anak korban di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa.

Insiden ini membuat 72 korban siswa dari empat sekolah, yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07 menjadi korban keracunan.

Saat ini, puluhan siswa tersebut tengah menjalani perawatan intensif di RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.