Pemerintah Kota Yogyakarta Akan Patroli Pengawasan Kebersihan Sungai Code
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 12:50 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengoperasikan perahu bermotor berkekuatan 7 PK untuk melakukan patroli pengawasan kebersihan sungai, khususnya di Sungai Code guna menindak tegas perilaku membuang sampah sembarangan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Minggu (07/6), mengatakan perahu tersebut akan digunakan untuk memantau kondisi sungai dari hulu ke hilir secara berkala.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merekonstruksi sosial dan mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
"Saya akan membeli perahu dengan mesin tempel 7 PK untuk patroli di Sungai Code. Nantinya, kita akan mengontrol titik-titik yang masih terdapat pembuangan sampah sembarangan," kata Hasto.
Ia menjelaskan bahwa fokus patroli di Sungai Code dilakukan karena lokasinya yang strategis dan berhimpitan dengan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Ke depan, pemerintah kota menargetkan kebersihan sungai tersebut dapat mencapai standar kawasan wisata, meskipun tantangannya berbeda dengan wilayah lain mengingat karakteristik arus sungai yang deras.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain patroli, Pemkot Yogyakarta terus mendorong program pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Hasto mengapresiasi keberhasilan warga dalam mengolah sekitar 300 ton sampah per hari, yang diklaim telah mengatasi permasalahan penumpukan sampah di depo-depo kota.
Dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan, Hasto juga menginisiasi pemanfaatan sampah plastik dan tutup botol sebagai material bangunan. Sampah anorganik tersebut diolah menjadi "eco-brick" yang kemudian dicetak menjadi genteng dan dinding untuk mendukung pembangunan rumah warga tidak layak huni.
"Rumah yang kita bedah ini atap dan dindingnya sebagian berasal dari hasil olah sampah. Kami ingin memberikan optimisme bahwa sampah bisa menjadi berkah," jelas Hasto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, untuk melakukan riset terkait rekonstruksi sosial tersebut. Hasto berharap perubahan pola pikir masyarakat di mana memilah sampah dan menjaga kebersihan sungai menjadi sebuah budaya dapat terus diperkuat.
"Kami ingin masyarakat menganggap bahwa membuang sampah ke sungai adalah hal yang tabu. Ini adalah bagian dari upaya kami merekonstruksi perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!