Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bocoran Strategi KKP: Kampung Nelayan Merah Putih Bakal Kuasai Pasar Dunia, Kok Bisa?

📅 Senin, 27 Apr 2026, 17:46 WIB | Oleh:
Bocoran Strategi KKP: Kampung Nelayan Merah Putih Bakal Kuasai Pasar Dunia, Kok Bisa? Doc: ANTARA/AMuzdaffar Fauzan
Ket. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura ditemui usai acara Food Summit 2026 di Jakarta, Senin (27/4).

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengintensifkan pemetaan potensi ekspor komoditas unggulan di seluruh kawasan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai strategi baru penguatan ekonomi pesisir. 

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan analisis paralel untuk menentukan valuasi ekonomi serta jenis komoditas utama yang layak menembus pasar internasional dari setiap sentra nelayan. Program strategis yang menargetkan pembangunan 1.369 kampung nelayan pada tahun ini diharapkan mampu mengubah citra wilayah pesisir dari kantong kemiskinan menjadi kawasan produktif yang menghasilkan produk perikanan bermutu tinggi.

“Kita masih analisis, karena kita paralel sedang memetakan di setiap lokasi itu nanti apa yang menjadi komoditas utama. Sehingga nanti kalau itu sudah kita petakan, nanti insya Allah kita bisa mengkaji berapa valuasinya yang bisa kita ekspor,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai potensi ekspor dari kampung nelayan sangat besar, karena setiap peningkatan produksi dapat memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Ini luar biasa besar, karena dari sisi ekonomi, kalau setiap persen pertumbuhan atau peningkatan produksi, ini kurang lebih bisa menciptakan peningkatan produksi sampai 0,54 persen,” katanya.

Dari sisi progres program, KKP mencatat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terus berjalan, pada tahun ini, pihaknya ditargetkan menyelesaikan sekitar 1.369 kampung nelayan.

Saat ini, kata dia, sekitar 100 lokasi telah dikerjakan, dengan 65 di antaranya telah rampung pada tahap pertama, sementara sisanya ditargetkan selesai penuh pada akhir Mei atau awal Juni 2026.

Program ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru, khususnya bagi masyarakat pesisir yang selama ini identik dengan kantong kemiskinan.

"Dengan adanya kampung-kampung nelayan ini, sentra-sentra nelayan ini bisa menjadi kawasan yang produktif, yang mampu menghasilkan ikan yang bermutu dan berkualitas," katanya.

Selain meningkatkan produksi, program ini juga berdampak pada kesejahteraan nelayan. KKP mencontohkan hasil pemodelan yang dilakukan di Biak, yang menunjukkan peningkatan pendapatan nelayan hingga dua kali lipat, dari sekitar Rp3,5 juta menjadi Rp7 juta per bulan, dengan produktivitas melonjak lebih dari 100 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Bupati Malinau Ajak Warga B...

Laut Pulau Bugia Gorontalo Makan Korban Seorang Mahasiswa

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Laut Pulau Bugia Gorontalo ...

Fashion Juga Dapat Menjadi Andalan Ekonomi Daerah

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Fashion Juga Dapat Menjadi ...
Daerah
Pendapatan Sleman Diakui Cu...
Nasional
Bapanas Sebut Penyaluran Ba...

Isu Lingkungan Jadi Perhatian Saat Hari Harimau

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Isu Lingkungan Jadi Perhati...
Olahraga
Perjuangan Keras Akhirnya M...

Banggar Segera Bahas Rencana Oblikasi Jakarta

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Banggar Segera Bahas Rencan...

Warga Daerah Tetap Bersemangat Melestarikan Situs

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Daerah Tetap Berseman...

Orang Miskin di Pekalongan Dibantu Memiliki Rumah

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Orang Miskin di Pekalongan ...

Aldila Sutjiadi Juara Ganda WTA 500 DC Open 2026

Aldila Sutjiadi Juara Ganda WTA 500 DC Open 2026

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.