Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Sidang Dewan Keamanan PBB: Rusia dan China Veto Resolusi Selat Hormuz

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 01:50 WIB | Oleh:
Hasil Sidang Dewan Keamanan PBB: Rusia dan China Veto Resolusi Selat Hormuz Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Suasana sidang Dewan Keamanan PBB.

KANADA - Dewan Keamanan PBB gagal mengadopsi rancangan resolusi terkait langkah-langkah pertahanan terkoordinasi untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, Selasa (7/4). 

Kegagalan ini terjadi setelah Rusia dan China menggunakan hak veto mereka sebagai anggota tetap Dewan untuk memblokir draf yang disusun oleh Bahrain tersebut, meski telah mendapatkan dukungan dari 11 negara anggota lainnya.

Kolombia dan Pakistan abstain, sementara Rusia dan China menggunakan hak veto mereka sebagai anggota tetap Dewan untuk memblokir resolusi tersebut.

Rancangan sangat mendorong negara-negara untuk "mengoordinasikan upaya, yang bersifat defensif, sesuai dengan keadaan, untuk berkontribusi dalam memastikan keselamatan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz, termasuk melalui pengawalan kapal dagang dan komersial, dan untuk mencegah upaya untuk menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz."

Rancangan tersebut juga meminta upaya koordinasi anggota dewan untuk bersifat "defensif," dan mengambil "semua langkah yang tepat" untuk memastikan kegiatan mereka "dilakukan sepenuhnya sesuai dengan hukum humaniter internasional."

Resolusi tersebut selanjutnya menyerukan agar "hak dan kebebasan navigasi" negara-negara pihak ketiga diperhatikan dengan saksama, dengan tujuan untuk memastikan "lintasan yang tidak terhambat dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz."

Berbicara setelah pemungutan suara, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani menyatakan "penyesalannya" kepada Dewan karena gagal mengadopsi rancangan resolusi tersebut.

"Dewan gagal memikul tanggung jawabnya terkait dengan tindakan ilegal yang membutuhkan tindakan tegas tanpa penundaan," katanya.

Bahrain saat ini memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan PBB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.