Russia Peringatkan Resolusi Anti-Iran Bisa Picu Eskalasi Berantai
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 18:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Russia memperingatkan resolusi baru yang ditujukan kepada Iran berpotensi memicu babak eskalasi berikutnya dalam ketegangan terkait isu nuklir. Peringatan tersebut disampaikan Perwakilan Tetap Russia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, dalam sidang Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rabu (9/9).
Resolusi anti-Iran itu diajukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman kepada Dewan Gubernur IAEA. Keempat negara tersebut menilai Iran telah melanggar kewajiban yang berkaitan dengan nonproliferasi nuklir.
Ulyanov menilai langkah tersebut justru dapat memperburuk ketegangan yang sudah berlangsung. Menurut dia, resolusi yang baru diadopsi itu memiliki pendekatan yang bias dan konfrontatif terhadap Iran.
“Resolusi baru ini bias dan konfrontatif, berisiko memicu babak baru eskalasi, dan tentu tidak akan membantu tercapainya tujuan yang diklaim ingin dicapai oleh para penggagasnya,” kata Ulyanov dalam sidang Dewan Gubernur IAEA.
Dalam resolusi tersebut, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman juga menyerukan agar persoalan Iran diteruskan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah itu menjadi bagian dari tekanan internasional terhadap Teheran terkait kepatuhannya terhadap kewajiban nonproliferasi nuklir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Russia memandang keputusan tersebut berisiko membuka jalan menuju ketegangan baru. Moskow menilai pendekatan konfrontatif tidak akan membantu mencapai penyelesaian atas persoalan yang selama ini menjadi perhatian IAEA dan masyarakat internasional.
Peringatan Ulyanov menunjukkan adanya perbedaan sikap antara Russia dan negara-negara Barat dalam menangani persoalan nuklir Iran. Sementara Washington dan tiga negara Eropa mendorong langkah lebih tegas melalui mekanisme internasional, Moscow justru mengkhawatirkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.
Menurut Russia, keputusan yang meningkatkan tekanan terhadap Iran perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena dapat menimbulkan konsekuensi lanjutan. Eskalasi yang terjadi secara bertahap dikhawatirkan membuat penyelesaian persoalan nuklir melalui jalur diplomasi semakin sulit.
Isu nuklir Iran sendiri telah lama menjadi salah satu persoalan sensitif dalam hubungan internasional. Aktivitas nuklir Teheran terus menjadi perhatian IAEA, sementara negara-negara Barat menilai kepatuhan Iran terhadap komitmen nonproliferasi perlu dipastikan.
Seruan agar masalah Iran dibawa ke Dewan Keamanan PBB berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Iran. Namun, Ulyanov menilai langkah tersebut belum tentu membawa hasil sesuai tujuan yang disampaikan oleh negara-negara penggagas resolusi.
Russia juga menilai resolusi tersebut tidak memberikan kontribusi positif terhadap upaya meredakan ketegangan. Sebaliknya, keputusan itu disebut dapat menciptakan kondisi yang membuka kemungkinan munculnya eskalasi baru secara berantai.
Pernyataan Ulyanov disampaikan setelah Dewan Gubernur IAEA mengadopsi resolusi anti-Iran tersebut. Sikap Moscow memperlihatkan bahwa isu nuklir Iran kembali menjadi arena perbedaan kepentingan antara Russia dan negara-negara Barat.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons Iran terhadap resolusi tersebut serta langkah yang akan ditempuh negara-negara pengusul. Situasi ini membuat isu nuklir Iran kembali menjadi perhatian dalam dinamika keamanan dan diplomasi internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!