Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Energi Bersih Digenjot, DEN: Era Diesel Pelan-Pelan Tamat

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Energi Bersih Digenjot, DEN: Era Diesel Pelan-Pelan Tamat Doc: ANTARA/ HO-Dokumentasi Pribadi.
Ket. Ilustrasi - Penggunaan solar panel sebagai salah satu solusi penyediaan energi baru terbarukan (EBT).

JAKARTA – Konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mencerminkan pergeseran strategis dari sistem energi berbasis bahan bakar fosil yang mahal dan rentan terhadap fluktuasi harga, menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan dan stabil.

PLTD selama ini menjadi solusi cepat, terutama di wilayah terpencil, namun biaya operasionalnya tinggi karena bergantung pada pasokan BBM dan logistik yang tidak efisien.

Dalam konteks ini, PLTS menawarkan alternatif dengan biaya marginal yang jauh lebih rendah setelah investasi awal terpenuhi.

Secara analitis, konversi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya jangka panjang, tetapi juga mengurangi beban subsidi energi serta emisi karbon.

Namun, tantangan utamanya terletak pada intermitensi energi surya dan kebutuhan sistem penyimpanan seperti baterai agar pasokan listrik tetap andal.

Selain itu, kesiapan infrastruktur dan skema pembiayaan juga menjadi faktor krusial dalam mempercepat transisi.

Dengan demikian, konversi PLTD ke PLTS bukan sekadar langkah teknis, melainkan bagian dari transformasi sistem energi nasional.

Keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan teknologi, kebijakan, dan model bisnis yang adaptif terhadap karakteristik wilayah Indonesia yang beragam.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana mengatakan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sejalan dengan upaya pengembangan energi bersih dan mewujudkan ketahanan energi nasional.

“Ini sejalan dengan kebijakan internasional, meningkatkan ketahanan dan mengembangkan energi yang bersih. Pemerintah itu ingin dua-duanya, energi yang tahan tapi juga energinya makin bersih. Pendekatannya seperti itu,” kata Dadan saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/4).

Adapun pemerintah dipastikan tengah bersiap untuk menghentikan operasional PLTD secara bertahap sebagai bagian dari strategi percepatan transisi energi baru terbarukan (EBT), dengan fokus utama pada pengembangan PLTS berkapasitas hingga 100 gigawatt.

Dadan menilai, konversi energi yang dilakukan bertahap dan beriringan dengan penyelesaian proyek PLTS itu perlu didukung dengan pemanfaatan energi alternatif eksisting di masing-masing wilayah, seperti energi surya hingga panas bumi.

“Kalau bisa energinya dibangkitkan dari (wilayah) setempat. PLTD ini, kan, berlokasi jauh, di tempat-tempat yang remote. Itu, kan, bawa BBM-nya juga susah, harganya juga mahal. Jadi digeser saja dengan pemanfaatan energi yang ada di situ, misalnya ada panas bumi, dan yang pasti ada (energi) surya,” kata dia.

Meski demikian, Dadan mengakui bahwa transisi tersebut tidak mudah, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.