Bidik Target 'Net Zero': Estonia Ajak Indonesia Perkuat Sinergi Energi Terbarukan
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 15:32 WIB | Oleh: Deri HenriawanTALLINN - Pemerintah Estonia dan sejumlah perusahaan dari negara Baltik itu menawarkan kolaborasi dalam melakukan transisi hijau dengan Indonesia, sebagai langkah untuk menekan angka emisi serta mengantisipasi tren yang tengah berjalan ke arah tersebut.
"Kita dapat melihat bahwa semua pihak saat ini tengah bergerak menuju transisi hijau guna mengurangi emisi. Jadi, ini adalah tujuan utama," kata Wakil Menteri Kemaritiman dan Sumber Daya Air Estonia Kristjan Truu kepada wartawan Indonesia di Tallinn, Selasa (7/4) waktu setempat.
Menurut Truu, gelombang perubahan ke arah transisi hijau tidak akan berhenti karena terkait antara lain dengan tingkat daya saing negara hingga kawasan di pasar global, khususnya dalam sektor industri maritim internasional.
Dia mencontohkan, di Uni Eropa ada Kesepakatan Industri Bersih yang bertujuan untuk memperkuat daya saing industri Eropa sekaligus mempercepat transisi menuju teknologi netral iklim.
Selain itu, ujar dia, Estonia juga memiliki penerapan konsepnya sendiri, seperti di dalam sektor kemaritiman antara lain dengan menerapkan koridor pelayaran hijau Estonia-Finlandia yang bertujuan menciptakan rantai transportasi hijau secara keseluruhan yang mencakup pelabuhan yang menggunakan energi hijau seperti tenaga matahari dan listrik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dari pelabuhan, energi tersebut dialirkan ke kapal, dan kapal berlayar menggunakan bahan bakar hijau," katanya seraya menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah negara di Eropa seperti Swedia.
Ketika ditanya mengenai alasan mengapa Indonesia perlu menerapkan transisi hijau, Truu menerangkan bahwa salah satu alasan mendesak adalah adanya kerangka kerja net-zero IMO (Organisasi Maritim Internasional) yang diperkenalkan tahun 2025.
Dia juga memaparkan, pihaknya berencana melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melihat adanya kemungkinan kerja sama dan melakukan pertukaran pengalaman, serta menjalin hubungan dalam bidang kemaritiman dengan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Chief Commercial & Strategy Officer ShoreLink (perusahaan penyuplai energi listrik kemaritiman dari Estonia) Kaupo Laanerand menyatakan bahwa pada dasarnya, Uni Eropa mendorong pemilik kapal untuk lebih ramah lingkungan.
"Uni Eropa mengatakan bahwa tenaga listrik perlu dari darat (shore power), sehingga semua pelabuhan yang merupakan bagian dari jaringan penting Eropa, harus menggunakan tenaga listrik dari darat," katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa pada saat ini dengan harga minyak dunia dan BBM yang menjadi semakin mahal, maka juga akan membuat mentalitas berbagai pemangku kepentingan seperti pemilik kapal untuk berubah dan lebih termotivasi untuk menggunakan tenaga listrik dari daratan dengan singgah selama beberapa jam di pelabuhan untuk mendapatkan suplai energi.
"Bisa dikatakan ada pergeseran mentalitas puncak yang sedang terjadi. Dan seperti yang Anda lihat, elektrifikasi adalah bagian dari kerangka kerja nol emisi untuk masa depan, dan teknologi inilah yang benar-benar dapat menurunkan emisi hingga mendekati nol," ucap Laanerand.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!