Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Luncurkan Proyek Komputasi Antariksa

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Luncurkan Proyek Komputasi Antariksa Doc: ADEK BERRY/AFP
Ket. Klaster AI Atlas 900 di stan Huawei pada Shanghai World Expo and Convention Center.

Beijing - Tiongkok meluncurkan studi kelayakan komprehensif dan evaluasi praproyek untuk konstelasi komputasi cerdas berbasis luar angkasa, kata seorang pejabat tinggi Administrasi Negara untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional Tiongkok.

Seperti dikutip dari Antara pada Senin (6/4), Deputi Direktur Departemen Luar Angkasa Komersial Yu Guobin dalam Konferensi Industri Komputasi Antariksa (Space Computing Industry Conference) 2026 yang digelar di Beijing pada Jumat (3/4), mengungkapkan bahwa pihaknya telah memimpin penyelenggaraan rapat perdana proyek tersebut serta sesi panel para pakar. Pekerjaan ini sedang dilaksanakan secara tertata, demikian dilaporkan Science and Technology Daily.

Komputasi berbasis luar angkasa merujuk pada penerapan kapasitas komputasional di luar angkasa, yang memungkinkan cakupan global tanpa hambatan melalui jaringan satelit. Dibandingkan dengan pusat data terestrial, keunggulan terbesarnya terletak pada kemampuan respons waktu nyata (real-time) dan cakupan global.

Yu menggarisbawahi kebutuhan strategis terkait pengembangan komputasi berbasis luar angkasa. Dia menyebut hal itu merupakan cara kunci untuk mengatasi berbagai hambatan dalam komputasi di darat dan memastikan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Pusat data tradisional dibatasi oleh konsumsi energi yang tinggi, keterbatasan lahan, biaya pendinginan yang mahal, serta cakupan yang terbatas, sehingga sulit memenuhi kebutuhan masa depan akan daya komputasi berskala ultrabesar, ramah lingkungan, dan memiliki cakupan global, ujar Yu. Sementara itu, komputasi berbasis luar angkasa menawarkan alternatif nol karbon (zero-carbon), berkelanjutan, dan dapat diakses secara luas, imbuhnya.

Selain itu, dalam model tradisional, satelit mengumpulkan data dalam jumlah masif dari luar angkasa, tetapi memiliki daya komputasi internal (onboard) yang sangat terbatas. Semua data mentah harus dikirim kembali ke stasiun di Bumi untuk diproses dan dianalisis.

Model ini mengalami keterbatasan bandwidth yang parah, dengan tingkat pemanfaatan data yang diproses secara waktu nyata di bawah 10 persen. Komputasi berbasis luar angkasa memungkinkan pemrosesan cerdas di orbit, memangkas latensi transmisi data hingga hitungan detik, kata Yu.


Tanpa Hambatan

Deputi Direktur Departemen Pusat Data di Institut Penelitian Komputasi Awan dan Mahadata Xie Lina yang berada di bawah naungan Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok, menjelaskan bahwa satelit komputasi dapat membentuk koneksi komunikasi laser untuk mencapai cakupan global tanpa hambatan dan memproses data langsung di orbit.

Hal ini mengurangi latensi data untuk beberapa skenario, seperti peringatan dini bencana dan pemantauan sumber daya, dari hitungan jam menjadi hitungan detik, sebuah capaian yang tidak dapat diraih oleh komputasi berbasis darat, kata Xie.

Komputasi berbasis luar angkasa juga sangat mendesak untuk membangun jaringan komputasi global yang populer dan melayani strategi nasional, kata Yu.

Penerapan-penerapan seperti tanggap darurat, observasi kelautan, dan ekspedisi kutub membutuhkan cakupan global yang tanpa hambatan, latensi rendah, dan layanan yang sangat andal, dan itu merupakan sejumlah keunggulan yang dapat diberikan oleh komputasi berbasis luar angkasa, imbuh pejabat tersebut.

Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, negara itu sedang menggenjot pengembangan ekosistem industri komputasi luar angkasa.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok akan mendukung penelitian komputasi luar angkasa yang berwawasan ke depan, secara bertahap membangun sistem standar yang mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan, dan keamanan, serta mendorong penelitian dan pengembangan teknologi dan produk, seperti cip tahan radiasi untuk luar angkasa dan komunikasi laser antarsatelit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Dukung Dialog Langsung a...
Ekonomi
Pakar: Pangan dan Rupiah Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.