Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cukup Punya Panorama, Menpar Sebut Konektivitas Penentu Masa Depan KEK Tanjung Kelayang

📅 Senin, 06 Jul 2026, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Cukup Punya Panorama, Menpar Sebut Konektivitas Penentu Masa Depan KEK Tanjung Kelayang Doc: ANTARA/ HO-Kementerian Pariwisata
Ket. Ilustrasi suasana di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

JAKARTA – Konektivitas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan destinasi wisata. Akses transportasi yang mudah, infrastruktur yang memadai, serta keterhubungan antarmoda mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka.

Semakin baik konektivitas suatu destinasi, semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas usaha, investasi, dan penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya konektivitas udara yang kuat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung.

“KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/7).

Widiyanti mengatakan konektivitas menjadi salah satu kunci agar Belitung mampu meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Kehadiran penerbangan Scoot yang menghubungkan Singapura dan Belitung menjadi momentum penting untuk memperkuat aksesibilitas internasional menuju Belitung, khususnya KEK Tanjung Kelayang.

Menurutnya konektivitas langsung tidak hanya membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang memiliki keunggulan pada wisata bahari, geowisata, budaya, gastronomi, serta desa wisata berbasis masyarakat.

Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, menyampaikan KEK Tanjung Kelayang yang dikenal dengan nama Tanjung Kelayang Reserve terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium berbasis konservasi dan pembangunan berjejak karbon rendah di Pulau Belitung.

Daniel mengungkapkan sejumlah perkembangan investasi terbaru di kawasan seluas 324,4 hektare tersebut. Para pelaku usaha di dalam kawasan terus menambah portofolio investasi dengan tetap memegang prinsip pembangunan berkelanjutan.

Salah satu pengembangan yang sedang berjalan adalah pembangunan resor berkonsep low density dengan memanfaatkan material dari dalam kawasan serta pengembangan destinasi wisata minat khusus (special interest tourism).

Di sisi fasilitas rekreasi, KEK Tanjung Kelayang telah menghadirkan lapangan pickleball yang mendapat respons positif dari wisatawan. Melihat tingginya minat tersebut, pengelola berencana menambah fasilitas olahraga berupa satu lapangan tenis, satu lapangan pickleball, dan satu lapangan padel.

Kawasan tersebut juga akan menghadirkan pusat kebugaran yang berlokasi di desa dalam kawasan sebagai bagian dari diversifikasi pengalaman wisata.

Pelaku usaha lainnya di dalam KEK turut meningkatkan investasi pada sektor wisata bahari dengan menghadirkan kapal-kapal untuk menunjang berbagai aktivitas wisata.

Kapal tersebut tidak sekadar difungsikan sebagai sarana angkut, tetapi dirancang untuk memperkaya pengalaman wisatawan, antara lain melalui aktivitas makan malam di atas kapal dan sunset cruise.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Mendukbangga Sebut Tiga Isu Ancam Masa Depan Remaja

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mendukbangga Sebut Tiga Isu...

Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Dukung Sek...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.