Dari Gas Alam Cair ke Batu Bara, Cara Jepang Jaga Stabilitas Energi
📅 Selasa, 07 Apr 2026, 15:53 WIB | Oleh: Deri HenriawanTOKYO - Pemerintah Jepang akan mengurangi konsumsi gas alam cair (LNG) dan meningkatkan operasi pembangkit listrik tenaga batu bara.
Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa mengatakan pada Selasa (7/4) bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah kenaikan harga energi.
"Untuk memastikan pasokan energi yang stabil, kami mengurangi penggunaan LNG dan mengambil langkah untuk memaksimalkan produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar batu bara," kata Akazawa.
Sebagai langkah darurat, pemerintah Jepang memutuskan tidak memberlakukan pembatasan terhadap pembangkit listrik tenaga batu bara yang kurang efisien pada 2026, sehingga penggunaannya diperkirakan meningkat.
Ia menambahkan bahwa listrik berbasis batu bara, meskipun menghasilkan emisi karbon dioksida lebih tinggi dibandingkan sumber lain, tetap penting bagi ketahanan energi karena tidak bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran membalas dengan menyerang Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik tersebut praktis menghentikan pengiriman energi melalui Selat Hormuz, jalur utama pasokan minyak dan LNG global. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!