Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pindad Kerahkan Teknologi Tanpa Asap untuk atasi Darurat Sampah Bantargebang

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Pindad Kerahkan Teknologi Tanpa Asap untuk atasi Darurat Sampah Bantargebang Doc: ANTARA/Ricky Prayoga
Ket. Kompleks PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG - Pemerintah melalui jajaran Menteri Kabinet Merah Putih resmi menggandeng PT Pindad untuk memulai langkah desentralisasi pengelolaan sampah guna mengurai krisis akut di TPST Bantargebang, Bekasi. 

Strategi ini mengandalkan penguatan teknologi hilirisasi hingga tingkat kelurahan, termasuk penggunaan inovasi Smokeless Incinerator atau alat pembakar sampah tanpa asap sebagai solusi jangka panjang.

Berdasarkan keterangan di Bandung, Minggu, rencana strategis tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa, akhir pekan lalu.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan bahwa kunci penyelesaian sampah Bantargebang terletak pada penanganan hulu-hilir yang terintegrasi melalui tata kelola dan penyediaan lahan yang tepat.

"Penyelesaian pengelolaan sampah Bantargebang perlu dilakukan dari hulu dan hilir. Hulu penghentian arus pasokan sampah, hilirnya percepatan pengurangan gunungan sampah dan penghijauan," ujar Brian.

Senada dengan hal tersebut, Menteri LH  Hanif Faisol Nurofiq menargetkan transformasi TPS3A menjadi unit pengolahan yang lebih canggih agar permasalahan sampah dapat selesai di tingkat lokal tanpa harus bergantung pada TPA besar.

"Permasalahan sampah Bantargebang bisa terselesaikan dengan catatan desentralisasi sudah berjalan. Dengan adanya berbagai opsi teknologi pengolahan sampah, semoga ini bisa terlaksana hingga ke skala desa," kata Hanif Faisol.

Sebagai penyedia teknologi, Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan beragam opsi waste management, mulai dari Hydrothermal Carbonization (HTC), autothermix, hingga teknologi plasma. Salah satu yang diunggulkan adalah alat pembakar sampah tanpa asap (Smokeless Incinerator) Stungta Pindad yang bersifat mobil.

"Arahan Presiden untuk melakukan desentralisasi sampah, nanti akan coba diselesaikan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Untuk pilot project pertama di DKI Jakarta dan Bandung, begitu selesai akan dilaksanakan di daerah," ujar Sigit P Santosa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.