Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merajut Harapan dari Bambu, Perajin Besek Magetan Bertahan di Tengah Perubahan

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 17:02 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebab, dalam pembuatannya membutuhkan ketelitian dan detail anyaman yang lebih rumit.

"Warna dan model bisa disesuaikan dengan permintaan pembeli, dari merah, hijau, hingga kombinasi warna-warni yang menarik," katanya.

Terkait harga, sangat bervariasi. Untuk yang kecil dihargai mulai Rp4.000 per buah. Sedangkan besek ukuran besar atau desain khusus bisa dihargai hingga Rp20.000, tergantung bentuk dan tingkat kesulitan.

Dalam sehari, ia bisa memproduksi puluhan besek, tergantung jenisnya. Untuk pesanan khusus, produksi dilakukan berdasarkan permintaan. Ia juga tak bekerja sendiri, hasil anyaman besek dari tetangga sekitar ikut ia tampung kemudian dipasarkan.

Selain itu, bambu sebagai bahan utama juga mudah didapat. Kadang ia membeli, kadang mengambil sendiri dari rumpun bambu di sekitar desa.

"Ketersediaan bahan ini menjadi salah satu alasan kerajinan bambu tetap bertahan di wilayah Magetan," katanya.

Untuk pemasaran, Indah tak hanya berhenti di pasar lokal, besek buatannya juga telah menembus pasar luar daerah. Penjualan dilakukan secara langsung maupun secara daring.

Kini seiring dengan pembatasan penggunaan kantong plastik dari pemerintah, penggunaan besek dan tas anyaman bambu semakin diminati.

Seperti diketahui, Kabupaten Magetan merupakan daerah sentra industri anyaman bambu terpenting di Jawa Timur, dengan sekitar 5.700 unit pelaku usaha kerajinan anyaman bambu yang menyumbang hingga 85,69 persen perekonomian daerah.

Banyak terdapat desa dan kelurahan di Magetan yang dikenal sebagai sentra perajin anyaman bambu. Di antaranya di Desa Ringinagung dan Desa Nitikan yang terkenal dengan keranjang bambu serta Desa Durenan yang terkenal dengan besek bambu, dan masih banyak lagi lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.