Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kardinal: Paskah Perjalanan Keluar dari Kegelapan Menuju Terang

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 11:58 WIB | Oleh:
Kardinal: Paskah Perjalanan Keluar dari Kegelapan Menuju Terang Doc: ist
Ket. menuju terang

JAKARTA – Salah satu Misa Hari Minggu Paskah di Katedral Jakarta dipimpin Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Kardinal menyampaikan makna Paskah bagi umat Kristiani mencerminkan perjalanan keluar dari kegelapan menuju terang, yang juga dapat dianalogikan dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.   

“Paskah itu selalu berarti eksodus, keluar dari perbudakan menuju tanah terjanji. Atau secara simbolik, keluar dari kegelapan menuju terang,” kata Kardinal Suharyo usai memimpin Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Minggu. 

Ia menjelaskan perjalanan umat Allah dalam Kitab Suci memiliki kemiripan dengan sejarah Indonesia yang beranjak dari masa penjajahan menuju kemerdekaan. Menurut dia, tonggak-tonggak sejarah bangsa menunjukkan proses tersebut secara jelas. 

Kardinal mencontohkan Kebangkitan Nasional pada 1908 sebagai awal munculnya kesadaran nasional, yang kemudian dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda 1928 yang menegaskan persatuan bangsa. 

Selanjutnya, Proklamasi Kemerdekaan 1945 menjadi puncak dari perjuangan panjang tersebut, disertai dengan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

Namun demikian, Kardinal Suharyo menilai perjalanan bangsa setelah kemerdekaan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia menyoroti reformasi 1998 sebagai momentum penting dalam upaya membangun demokrasi sekaligus memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Sejak 1998 hingga sekarang, usaha memberantas KKN sering dipertanyakan. Bahkan, muncul dampak lanjutan seperti kekerasan, kerusakan lingkungan, dan kebohongan publik,” ujarnya.  

Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama kelompok sipil yang dinilai paling merasakan kesulitan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah menurunnya daya beli masyarakat yang berimbas pada sepinya aktivitas ekonomi kecil. 

Meski demikian, Kardinal Suharyo menegaskan semangat Paskah tidak mengajak umat untuk meratapi keadaan, melainkan tetap berjuang dalam iman, harapan, dan kasih di tengah situasi yang dihadapi. 

Ia juga mengapresiasi berbagai gerakan masyarakat yang muncul sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan upaya menjaga kehidupan bersama yang lebih baik.

“Kita berharap, dengan keyakinan iman dan semangat sebagai bangsa, pada waktunya nanti kita dapat kembali lebih dekat kepada cita-cita kemerdekaan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.