UE Janji Jatuhkan Sanksi pada Teheran
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/HENRY NICHOLLS
BRUSSELS - Kepala Uni Eropa (UE), Ursula von der Leyen, pada Selasa (13/1) mengatakan bahwa Brussels akan segera mengusulkan sanksi baru terhadap Iran, setelah ada peningkatan dramatis jumlah korban jiwa akibat penindakan terhadap aksi protes massal.
"Meningkatnya jumlah korban jiwa di Iran sangat mengerikan. Saya dengan tegas mengutuk penggunaan kekuatan yang berlebihan dan pembatasan kebebasan yang terus berlanjut," tulis Von der Leyen secara daring.
"Sanksi lebih lanjut terhadap mereka yang bertanggung jawab atas penindasan akan segera diusulkan," imbuh dia.
UE telah menyatakan dukungannya kepada warga Iran yang berpartisipasi dalam aksi protes nasional yang merupakan salah satu tantangan terbesar bagi kepemimpinan ulama sejak revolusi Islam 1979 menggulingkan kekuasaan Shah Iran.
UE sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada ratusan pejabat Iran atas tindakan keras terhadap gerakan protes sebelumnya dan dukungan Teheran terhadap perang Russia di Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam unggahannya di media sosial, Von der Leyen juga menegaskan kembali bahwa UE telah memasukkan Garda Revolusi ke dalam daftar hitam pembekuan aset dan larangan visa atas pelanggaran hak asasi manusia.
Kecaman juga datang dari kepala hak asasi manusia PBB yang menyatakan amat terkejut atas tindakan dan kekerasan terhadap para demonstran di seluruh Iran tengah laporan bahwa ratusan orang telah tewas.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mendesak Teheran untuk menghentikan semua bentuk kekerasan dan penindasan terhadap para demonstran damai, dan segera memulihkan akses penuh ke internet dan layanan telepon.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pembunuhan terhadap demonstran damai harus dihentikan, dan pelabelan para pengunjuk rasa sebagai teroris untuk membenarkan kekerasan terhadap mereka tidak dapat diterima," kata Turk dalam sebuah pernyataan.
"Siklus kekerasan mengerikan ini tidak bisa terus berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka akan keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar," imbuh dia.
Turk juga mengatakan bahwa semua pembunuhan, kekerasan terhadap demonstran, dan pelanggaran hak lainnya harus diselidiki sesuai dengan norma dan standar hak asasi manusia internasional dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.
Pihak berwenang Iran bersikeras bahwa mereka telah mendapatkan kembali kendali, tetapi kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah menggunakan tembakan langsung terhadap para demonstran dan menutupi skala penindakan tersebut dengan pemadaman internet.
LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan telah mengkonfirmasi 648 orang tewas selama protes, termasuk sembilan anak di bawah umur dan ribuan lainnya terluka, serta memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi yang menurut beberapa perkiraan lebih dari 6.000 jiwa.
Seruan Farah Pahlavi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 21:12 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:12 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 21:12 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!