Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Pusat Perlu Campur Tangan mengenai Urbanisasi Jakarta Pascalebaran

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 14:55 WIB | Oleh:
Pemerintah Pusat Perlu Campur Tangan mengenai Urbanisasi Jakarta Pascalebaran Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Staf khusus gubernur DKI Jakarta bidang pembangunan dan tata kota, Nirwono Joga

JAKARTA - Staf khusus Gubernur DKI Jakarta bidang pembangunan dan tata kota, Nirwono Joga, menilai urbanisasi pascalebaran yang selalu terjadi di Jakarta harusnya sudah menjadi masalah nasional.

"Artinya harus ada campur tangan pemerintah pusat, karena menyangkut juga peran serta pemerintah daerah dalam mengatasi masalah tersebut," kata dia,  Kamis (2/4).

Pemerintah daerah, kata dia, memiliki peran penting untuk mencegah warganya mengadu nasib di Jakarta, padahal tidak memiliki skill yang dibutuhkan pasar kerja Jakarta atau modal nekat. "Daerah bisa lebih diarahkan pemerintah pusat untuk membuka lapangan pekerjaan yang sesuai kebutuhan atau mengembangkan aktivitas berusaha," kata dia.

Artinya, kata Nirwono, masyarakat di daerah tak perlu datang ke Jakarta mengadu nasib, apalagi modal nekat. Dia juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta meminta pendatang baru pascalebaran 2026 memiliki keahlian/ keterampilan kerja, dan tempat tinggal yang jelas.

"Mereka juga harus melengkapi dokumen administrasi kependudukan. Meski tanpa operasi yustisi, persiapan ini penting agar pendatang siap bersaing, mengurangi beban kota, dan memastikan pendataan kependudukan yang baik," ujar dia.

Pendatang diharapkan Niwwono memiliki keterampilan agar siap bersaing dan mendapatkan pekerjaan, bukan sekadar mencoba nasib. Pemprov Jakarta, sebutnya, menekankan pentingnya bekerja sesuai kemampuan dan kapabilitas agar tidak menimbulkan masalah kependudukan atau kemiskinan baru.

"Gubernur DKI Jakarta memastikan Jakarta terbuka bagi siapa saja, namun mengingatkan bahwa persaingan di Jakarta tidak mudah, sehingga persiapan mandiri sangat diperlukan. Artinya Jakarta terbuka bagi siapa saja, tapi tidak untuk semua, khusus bagi yang memenuhi syarat, seperti skill yang sesuai pasar kerja Jakarta," ujar dia. Ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.