Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mitigasi Jadi Kunci, Pakar Ulas Risiko Pasokan Industri Akibat Geopolitik

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 21:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mitigasi Jadi Kunci, Pakar Ulas Risiko Pasokan Industri Akibat Geopolitik Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi – Karyawan menyelesaikan pengerjaan sepatu.

JAKARTA – Ketika tensi geopolitik global memanas, dampaknya nggak cuma terasa di level negara, tapi juga langsung menjalar ke sektor industri. Gangguan pasokan bahan baku mulai muncul, jalur distribusi tersendat, dan biaya logistik ikut melonjak. Komoditas penting—mulai dari energi hingga bahan baku manufaktur—jadi lebih sulit didapat atau harganya melonjak tajam.

Di sisi energi, ketidakpastian pasokan membuat harga minyak dan gas mudah berfluktuasi. Industri yang sangat bergantung pada energi pun ikut terdampak, karena biaya operasional jadi makin tinggi. Sementara itu, rantai pasok global yang sebelumnya sudah pulih pascapandemi kembali diuji oleh situasi yang tidak menentu.

Akibatnya, pelaku industri harus bergerak cepat mencari alternatif—baik dari sisi pemasok, jalur distribusi, maupun efisiensi produksi. Dalam kondisi seperti ini, fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi jadi kunci agar roda produksi tetap berjalan, meskipun tekanan dari luar terus meningkat.

Ekonom yang juga Direktur Kebijakan dan Program lembaga kajian Prasasti, Piter Abdullah mengatakan perlu ada langkah memitigasi secara cepat gangguan pasokan dan distribusi bahan baku industri serta energi, akibat eskalasi geopolitik global.

Piter dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4), mengatakan gangguan terhadap pasokan energi maupun bahan baku industri berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan produktivitas sektor manufaktur.

Oleh karena itu, kata dia, kebijakan untuk memastikan ketersediaan energi bagi industri, termasuk gas industri, serta langkah-langkah untuk menekan struktur biaya produksi seperti evaluasi bea masuk bahan baku dan bahan penolong menjadi penting untuk dirumuskan kementerian dan lembaga terkait.

“Hal itu guna menjaga efisiensi dan daya saing industri nasional di tengah tekanan global,” kata dia.

Di pasar keuangan, kata Piter, kombinasi kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar, serta tekanan fiskal harus diantisipasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Menurutnya, dalam situasi ketidakpastian global yang meningkat, koordinasi kebijakan antara otoritas ekonomi menjadi semakin penting. Kebijakan dari Bank Indonesia, OJK, serta Kementerian Keuangan ditunggu dunia usaha dan pelaku pasar untuk menjaga stabilitas sistem keuangan ke depan.

Lebih lanjut, kata Piter, kebijakan pemerintah yang menahan penyesuaian harga BBM merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Namun keberlanjutan kebijakan tersebut bergantung pada perkembangan harga minyak dunia.

“Apabila kenaikan harga minyak berlangsung hingga akhir tahun, akan semakin sulit menahan harga BBM tidak naik. Oleh karena itu masyarakat dan pelaku bisnis perlu memahami bahwa penyesuaian harga energi dalam kondisi tertentu merupakan bagian dari respons kebijakan yang wajar, selama diikuti dengan kompensasi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Ahli atau Board of Experts Prasasti dan pakar energi Indonesia Arcandra Tahar menjelaskan dalam struktur industri energi global, Indonesia tidak memiliki ruang luas untuk menentukan harga minyak secara independen.

“Harga minyak pada dasarnya mengikuti harga pasar. Indonesia membeli di pasar. Produksi domestik baik melalui K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) maupun Pertamina pun dijual dengan mengacu pada harga pasar,” ujarnya.

Saat ini, asumsi harga minyak dalam APBN 2026 berada di kisaran 70 dolar AS per barel, sementara, kata Arcandra, harga minyak di pasar saat ini berada pada kisaran 90–100 dolar AS per barel. Hal ini menunjukkan peningkatan risiko geopolitik dan ketatnya pasokan energi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.