Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daya Beli Melemah, Era Ekspansi Agresif Waralaba Terancam Berakhir

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Daya Beli Melemah, Era Ekspansi Agresif Waralaba Terancam Berakhir Doc: ANTARA/ Noveradika.
Ket. Ilustrasi - Sejumlah pengunjung mengamati bisnis waralaba pada pameran Franchise dan Peluang Usaha Nasional di Yogyakarta.

JAKARTA – Investor waralaba kini semakin selektif dalam menilai peluang bisnis di tengah tekanan daya beli masyarakat, kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, serta perubahan perilaku konsumen, kata Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI).

Ketua Umum WALI Levita Ginting Supit mengatakan calon penerima waralaba atau investor kini semakin kritis dalam menilai rekam jejak usaha, kelayakan investasi, perlindungan merek, serta dukungan yang diberikan pemberi waralaba kepada mitra bisnisnya.

“Daya beli masyarakat menghadapi tekanan. Harga bahan baku dan biaya operasional mengalami peningkatan, persaingan semakin terbuka,” kata Levita dalam Franchise and License Expo Indonesia di PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (9/10).

Menurut dia, investor juga mempertimbangkan kemampuan model bisnis waralaba dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen sebelum memutuskan bergabung dalam suatu jaringan waralaba.

Untuk itu, ia menyebut pemanfaatan teknologi digital menjadi semakin penting dalam pengelolaan usaha, mulai dari pemasaran, sistem pembayaran, pengelolaan persediaan dan rantai pasok, hingga analisis perilaku konsumen serta pengawasan standar operasional gerai.

Levita mengatakan konsistensi sistem bisnis dan kualitas pelayanan diperlukan agar model usaha dapat diterapkan di berbagai lokasi. Kepatuhan terhadap ketentuan hukum juga menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan antara pemberi waralaba dan penerima waralaba.

Di tengah tantangan tersebut, Kementerian Perdagangan mencatat industri waralaba nasional mencatat omzet lebih dari Rp143 triliun pada 2024 dan menyerap sekitar 98 ribu tenaga kerja. Pertumbuhan sektor tersebut pada 2025 disebut mencapai sekitar 6 persen, melampaui target sebesar 5 persen.

Data Kementerian Perdagangan juga menunjukkan terdapat 169 pemberi waralaba dalam negeri yang memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW), lebih banyak dibandingkan pemberi waralaba luar negeri yang tercatat sebanyak 163 entitas.

Meski demikian, Levita menilai pengembangan industri waralaba perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan jumlah merek dan gerai, tetapi juga pada penciptaan wirausaha baru, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok.

Menurut dia, pengembangan waralaba juga relevan dengan upaya pemerintah meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, yang disebut masih berada di kisaran 3 persen dari total angkatan kerja.

Ia menilai penguatan sistem bisnis dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan industri waralaba di tengah perubahan kondisi ekonomi dan persaingan pasar yang makin terbuka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Ekonomi
ESDM bidik pengembangan tah...
Luar Negeri
Filipina Dorong Akselerasi ...
Nasional
Bulog Capai Rekor Pengadaan...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.