Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.000! BI Terus Intervensi Pasar di Tengah Sentimen Risk-off

📅 Jumat, 16 Okt 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.000! BI Terus Intervensi Pasar di Tengah Sentimen Risk-off Doc: Antara

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat 916/10), bergerak melemah 83 poin atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menyebut akan terus hadir di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya seiring tekanan terhadap mata uangGaruda yang pada pagi ini menyentuh Rp18.000 per dolar AS di tengah sentimen risk-off (menghindari risiko) global.

Di samping itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea di Jakarta, Jumat, mengatakan BI juga memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Erwin menyampaikan bahwa arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan menekan pasar keuangan domestik.

Menurutnya, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD).

Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” kata Erwin.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat bergerak melemah 83 poin​ atau 0,46 persen menjadi Rp18.021 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.938 per dolar AS.

Dari dalam negeri, terjadi gejolak di pasar saham Indonesia pada pagi ini pasca-pengumuman MSCI. Pada Kamis (15/10) waktu setempat, MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).

MSCI akan mengumumkan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027 dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai masukan dari pelaku pasar selama masa konsultasi, dikutip dari pengumuman MSCI yang diterima di Jakarta, Jumat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 atau mengalami trading halt. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.