Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ajang Internasional Jangan Cuma Seremonial, Potensi Ekonomi Harus Digali

📅 Senin, 12 Okt 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ajang Internasional Jangan Cuma Seremonial, Potensi Ekonomi Harus Digali Doc: ANTARA/ Firman
Ket. Ilustrasi-Salah satu pembicara pleno saat sesi diskusi di konferensi internasional bertajuk INTAN-HANDIL 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

JAKARTA – Pengamat pariwisata Azril Azahari menilai koordinasi serta kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah perlu diperkuat untuk mengoptimalkan potensi penyelenggaraan ajang (event) internasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Azril mengatakan penyelenggaraan acara pariwisata tidak hanya mencakup kegiatan bisnis atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), tetapi juga acara khusus (special event), seperti festival musik, karnaval, festival kuliner, hingga peragaan busana. Keduanya memiliki peluang untuk berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi dan memperkuat daya tarik destinasi Indonesia.

“Special event sangat berpotensi tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata Indonesia, baik lingkup nasional maupun internasional. Selama ini kurang mendapat perhatian karena terlalu fokus pada MICE,” ujar Azril di Jakarta, Senin (12/10).

Menurut dia, potensi ekonomi dari berbagai acara tersebut perlu dioptimalkan melalui pengelolaan yang terintegrasi, terutama karena penyelenggaraannya melibatkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Azril menilai pemisahan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpotensi menimbulkan tantangan koordinasi dalam pembinaan dan pengelolaan subsektor yang saling berkaitan.

Ia mencontohkan sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) serta hiburan (entertainment) yang secara konseptual merupakan bagian dari subsektor perhotelan dan jasa keramahtamahan (hospitality) dalam pariwisata. Namun, keterkaitan tersebut perlu diperhatikan dalam penyusunan program agar pengembangan setiap subsektor dapat berjalan terarah.

Padahal, penyelenggaraan acara berpotensi menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi berbagai kegiatan ekonomi, tidak hanya berasal dari penjualan tiket, tetapi juga berpotensi menyebar ke sektor pendukung pariwisata, seperti akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, serta produk kreatif lokal.

Oleh karena itu, Azril mendorong koordinasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta kementerian yang menangani UMKM melalui koordinasi di tingkat kementerian koordinator.

Selain koordinasi di tingkat pusat, integrasi program dengan pemerintah daerah juga diperlukan melalui Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) dan rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah (RIPPDA).

Azril menambahkan, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan acara perlu dilakukan secara terpadu untuk mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan. Menurut dia, pengukuran tersebut diperlukan untuk mengetahui besaran efek pengganda, kontribusi subsektor acara terhadap produk domestik bruto (PDB), serta potensi subsektor yang memiliki daya saing untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Dengan dasar ini barulah diketahui potensi subsektor event yang berdaya saing dan kontribusinya terhadap PDB," katanya

Ia mengatakan koordinasi lintas sektor dan evaluasi yang terintegrasi dapat menjadikan penyelenggaraan acara internasional sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing pariwisata sekaligus mengoptimalkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.