Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lima Jurus Dipercepat, Mentan Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lima Jurus Dipercepat, Mentan Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino Doc: ANTARA/ Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Ket. Ilustrasi- Embung Kemiling yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

JAKARTA – Ngomongin El Niño di sektor pertanian pangan itu ibarat lagi siap-siap menghadapi musim yang “nggak biasa”. Cuaca bisa jadi lebih kering dari biasanya, curah hujan berkurang, dan ujung-ujungnya lahan pertanian jadi lebih rentan kekeringan. Kalau nggak diantisipasi dari awal, dampaknya bisa langsung terasa ke produksi pangan.

Makanya, langkah mitigasi jadi penting banget. Salah satu yang paling sering dilakukan adalah mengatur ulang pola tanam. Petani didorong untuk menyesuaikan waktu tanam supaya tidak berbenturan dengan puncak musim kering. Selain itu, pilihan komoditas juga mulai dipertimbangkan—misalnya beralih sementara ke tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Di sisi lain, pengelolaan air jadi kunci utama. Mulai dari memperbaiki irigasi, memaksimalkan embung atau waduk kecil, sampai penggunaan teknologi irigasi yang lebih hemat air. Intinya, setiap tetes air dimanfaatkan seefisien mungkin. Bahkan di beberapa daerah, praktik seperti pompanisasi atau penampungan air hujan mulai digencarkan.

Pemerintah dan berbagai pihak juga biasanya turun tangan lewat penyediaan benih unggul yang lebih tahan kekeringan, bantuan alat mesin pertanian, hingga edukasi ke petani soal strategi bertani di tengah cuaca ekstrem. Jadi bukan cuma bertahan, tapi juga beradaptasi.

Yang menarik, mitigasi ini bukan soal panik menghadapi El Niño, tapi lebih ke kesiapan. Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian tetap bisa berjalan, produksi pangan tetap terjaga, dan risiko gagal panen bisa ditekan. Jadi, meskipun cuaca lagi “nggak bersahabat”, petani tetap punya cara untuk tetap melangkah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan sehingga produksi padi tetap terjaga sekaligus menjaga capaian swasembada pangan.

Amran mengatakan langkah itu difokuskan pada periode kritis ancaman kekeringan pada April -Juni 2026 untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah dinamika kondisi iklim.

“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, ini cukup mengkhawatirkan. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan,” kata Mentan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (2/4).

Untuk menghadapi hal itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat lima strategi utama. Pertama, melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kedua, mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan irigasi perpompaan, termasuk pompanisasi dan sistem perpipaan di berbagai wilayah.

Ketiga, mempercepat tanam di wilayah yang masih memiliki potensi air, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur genjah.

Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan cetak sawah yang telah dibangun, agar segera ditanami tanpa jeda untuk mengejar target produksi.

Kelima, memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan percepatan berjalan efektif di lapangan.

Amran menekankan pentingnya percepatan mitigasi tersebut. Mulai dari menggerakkan oplah (optimalisasi lahan) rawa, cetak sawah, pompanisasi, hingga irigasi perpompaan (irpom) termasuk sumur dalam dan sumur dangkal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.