Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RUU PSDK Perluas Objek Pelindungan hingga Perkuat LPSK

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 03:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
RUU PSDK Perluas Objek Pelindungan hingga Perkuat LPSK Doc: Antara
Ket. Tangkapan layar Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara saat rapat kerja dengan Kementerian Hukum dalam rangka pembicaraan tingkat satu RUU Perlindungan Saksi dan Korban di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).

JAKARTA - Komisi XIII DPR RI menyatakan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban (RUU PSDK) memuat perluasan objek pelindungan hingga memperkuat kelembagaan LPSK.

Demikian dijelaskan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara dalam rapat kerja dengan Kementerian Hukum dalam rangka pembicaraan tingkat satu RUU PSDK di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

“Perluasan objek pelindungan yang diberikan kepada subjek pada semua perkara, bukan hanya terbatas pada tidak pidana, tetapi pada semua sengketa perkara setelah melakukan penelitian,” ucap Dewi.

Ia mengatakan perkembangan kebutuhan pelindungan telah bergeser tidak hanya bagi saksi dan korban, tetapi juga untuk saksi pelaku, informan, dan/atau ahli yang selama ini juga mendapatkan ancaman. Hal itu juga diakomodasi dalam RUU dimaksud.

RUU yang terdiri atas 102 pasal dan 12 bab itu juga memuat paradigma baru, yakni dari “perlindungan” menjadi “pelindungan”. Ini merupakan penekanan bahwa negara harus hadir melindungi pihak-pihak yang rentan.

Di sisi lain, RUU tersebut menegaskan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) merupakan lembaga negara yang perlu diperkuat secara kelembagaan.

“Penguatan LPSK dengan membentuk perwakilan LPSK di provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, LPSK juga akan diperkuat dengan pembentukan kedeputian, inspektorat, dan dapat membentuk satuan tugas khusus,” jelas Dewi.

Penguatan lainnya, yakni LPSK bisa melakukan koordinasi dengan penyidik, penuntut umum maupun hakim dalam setiap tahapan proses peradilan dalam melakukan pelindungan kepada saksi, saksi pelaku, korban, pelapor, informan, dan/atau ahli.

Tidak hanya itu, menurut Dewi, RUU PSDK juga akan mengatur ihwal dana abadi yang disediakan untuk membiayai pemulihan korban. Dana abadi itu akan dikelola oleh LPSK dari berbagai sumber.

Materi substansi pengaturan RUU PSDK turut memperhatikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru.

“Khususnya paradigma sistem peradilan dari retributive justice menjadi restorative justice dan rehabilitative justice yang berkaitan langsung dengan pelindungan saksi dan korban serta pelapor, informan, dan/atau ahli,” imbuhnya.

Kasus Penyiraman Air Keras

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan jajarannya bekerja secara maksimal dan transparan dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

“TNI berkomitmen untuk melakukan proses penegakan hukum secara terbuka, profesional, dan akuntabel,” kata Aulia dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.