Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laga Tanah Liat Ditandai Rivalitas Alcaraz-Sinner

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 06:21 WIB | Oleh:
Laga Tanah Liat Ditandai Rivalitas Alcaraz-Sinner Doc: Jung Yeon-je / AFP
Ket. Carlos Alcaraz dari Spanyol berjabat tangan dengan Jannik Sinner (kiri) dari Italia setelah pertandingan tenis ekshibisi mereka di Inspire Arena di Incheon pada 10 Januari 2026.

PARIS - Persaingan dua bintang muda tenis dunia, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, belum menghadirkan duel langsung sepanjang 2026. Namun, rivalitas keduanya tetap memanas dalam perebutan posisi puncak peringkat dunia.

Gelar juara yang diraih Sinner di Miami Open 2026 menjadi momentum penting. Petenis Italia itu memangkas selisih poin dengan Alcaraz. Meski petenis Spanyol masih unggul 1.190 poin di peringkat pertama, tekanan kini mulai terasa.

Situasi berbalik drastis sejak awal Maret. Sebelum BNP Paribas Open, Alcaraz unggul 3.150 poin. Namun hasil kurang maksimal, tersingkir di semifinal Indian Wells oleh Daniil Medvedev dan di putaran ketiga Miami oleh Sebastian Korda, membuka jalan bagi Sinner. Dia memanfaatkannya dengan sempurna, menyapu bersih pertandingan sepanjang bulan Maret dan mengoleksi tambahan 2.000 poin.

Sinner bahkan menorehkan sejarah dengan menjuarai dua turnamen “Sunshine Double”, Indian Wells dan Miami. Dia tak kehilangan satu set pun. Ini sebuah pencapaian terakhir kali diraih Roger Federer 2017, namun tidak dengan dominasi set seperti ini.

Kemenangan atas Jiri Lehecka 6-4, 6-4 di final Miami menegaskan dominasinya. Dalam laga yang sempat tertunda hujan, Sinner tampil nyaris tanpa cela, tidak kehilangan satu poin pun di servis pertama pada set pembuka. Secara keseluruhan, dia kini mencatat 34 set beruntun di level ATP Masters 1000.

Meski demikian, perburuan tak akan mudah. Alcaraz menghadapi tantangan besar di musim tanah liat Eropa. Dia harus mempertahankan 4.300 poin, hasil dari gelar di Monte-Carlo Masters, Internazionali BNL d’Italia, serta Roland Garros, dan final di Barcelona Open. Sebaliknya, Sinner hanya memiliki 1.950 poin untuk dipertahankan.

Alcaraz memulai pekan ke-65 sebagai nomor satu dunia, hanya terpaut satu pekan dari catatan Sinner sebelumnya. Namun dengan performa impresif dan rekor 19-2 musim ini, Sinner kini berada dalam posisi ideal untuk merebut kembali takhta.

Di sisi lain, Lehecka tetap mencatat pencapaian penting. Final Miami menjadi final Masters 1000 pertamanya, dan ia diproyeksikan menembus peringkat tertinggi karier di posisi 14 dunia.

Persaingan Alcaraz dan Sinner pun kian tajam. Tanpa harus saling berhadapan, keduanya sudah menciptakan tensi tinggi yang dipastikan akan mencapai puncaknya sepanjang musim tanah liat Eropa. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Luar Negeri
PBB Desak Perundingan Darur...
Ekonomi
IHCBS 2026 Bidik Produktivi...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.