Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan Campak bagi Nakes

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 14:05 WIB | Oleh:
Kemenkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan Campak bagi Nakes Doc: YouTube Kemenkes
Ket. PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang kewaspadaan penyakit campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons atas meningkatnya kasus campak serta terjadinya kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah.

“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” kata PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, saat konferensi pers Update Kasus Campak di Indonesia, Senin (30/3).

Ia menjelaskan hingga minggu ke-11 tahun 2026 tercatat sebanyak 58 kejadian luar biasa campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Awal 2026, Andi menyebutkan jumlah kasus sempat mencapai 2.740, namun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

“Kemenkes juga telah melaksanakan outbreak response immunization (ORI) serta catch-up campaign (CUC) Campak/MR di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. Rumah sakit harus memperkuat pencegahan campak melalui skrining dini, ruang isolasi, ketersediaan APD, serta pengendalian infeksi,” kata Andi.

Ia meminta tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi. Selain itu, Kemenkes meminta tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk segera melaporkan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.

“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Andi.

Lebih lanjut, Andi menegaskan seluruh kasus suspek campak wajib dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam melalui sistem surveilans yang telah ditetapkan. Dengan diterbitkannya surat edaran tersebut, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan kesiapsiagaan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan tren penurunan signifikan kasus campak pada minggu ke-11 tahun 2026 dibandingkan awal tahun. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyebut jumlah suspek dan kasus terus menurun sejak puncak minggu pertama tahun 2026.

“Setelah minggu ketiga, tren menurun hingga minggu ke-11, dengan 177 suspek dan 121 kasus campak. Penurunan ini mencapai sekitar 94 hingga 95 persen dari puncak minggu pertama,” kata Aji Muhawarman dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (27/3) lalu.

Pada awal 2026, Aji menyebut minggu pertama tercatat 2.740 suspek dan 2.268 kasus campak nasional. Hingga minggu kesembilan, Aji menjelaskan total kumulatif meningkat menjadi 10.826 suspek dan 8.716 kasus campak di Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.