Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Pemasangan turbin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Gonzalu Larantuka, NTT

MATARAM – Pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) merepresentasikan upaya diversifikasi energi terbarukan yang memanfaatkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Arus laut yang relatif stabil dan dapat diprediksi menjadi keunggulan utama dibanding sumber energi terbarukan lain yang lebih bergantung pada cuaca, sehingga PLTAL berpotensi menjadi sumber energi baseload yang andal.

Secara ekonomi, proyek ini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan biaya logistik energi, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini bergantung pada pembangkit diesel.

Selain itu, pengembangan PLTAL membuka peluang transfer teknologi dan investasi di sektor energi maritim yang masih relatif baru.

Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi awal yang besar, kesiapan teknologi yang masih berkembang, hingga aspek lingkungan dan sosial, seperti dampak terhadap ekosistem laut dan aktivitas nelayan.

Oleh karena itu, keberhasilan PLTAL sangat bergantung pada dukungan kebijakan, riset berkelanjutan, serta skema pembiayaan yang inovatif agar proyek ini dapat berjalan secara komersial dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong percepatan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Alas yang membentang memisahkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan percepatan itu dilakukan melalui sinergi dengan PLN Pusat serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami mendukung penuh pengembangan PLTAL. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian energi daerah berbasis potensi lokal," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Rabu (29/4).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN periode 2025 sampai 2034, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut direncanakan dilakukan di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dokumen itu menyebut bahwa potensi energi arus laut ada di Selat Lombok dan Selat Alas yang terletak di Nusa Tenggara Barat, sedangkan potensi energi arus laut serta potensi energi gelombang laut berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek pembangkit listrik tenaga arus laut berkapasitas total 40 megawatt dengan nilai investasi sebesar 220 juta dolar AS. NTB kebagian 20 megawatt, sementara itu NTT juga mendapat porsi 20 megawatt.

Berdasarkan hasil validasi data teknis, imbuh Aryadi, fase uji coba pengembangan infrastruktur PLTAL ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2028. Tim teknis segera melakukan pendalaman kajian regulasi dan lingkungan di titik potensial wilayah Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, mulai 29 April 2026.

Ia menginstruksikan tiga kelompok kerja atau pokja internal, yakni pokja ekonomi dan pembangunan; pokja sosial dan Kependudukan; serta pokja inovasi, kemitraan dan hilirisasi untuk mengawal program energi laut secara komprehensif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.